Sementara itu, dari sisi mata uang, kabarnya juga tak terlalu menggembirakan. Mengutip Bloomberg, rupiah melemah tipis 20 poin atau 0,12 persen terhadap dolar AS. Nilai tukarnya berada di Rp 16.743.
Nasib Berbeda di Regional
Berbanding terbalik dengan IHSG, mayoritas bursa saham Asia justru mencatatkan senyum hijau di hari yang sama. Sentimen positif tampaknya lebih kuat di regional.
Indeks Nikkei 225 di Jepang, misalnya, menguat 0,87 persen ke 49.427,5.
Hong Kong dengan Hang Seng-nya juga naik 0,65 persen, menuju 25.663,4.
Di China, indeks SSE Composite bertambah 0,59 persen ke level 3.899,3.
Dan Singapura, lewat Straits Times, menutup sesi dengan kenaikan kecil 0,13 persen ke 4.576.
Jadi, sementara tetangga-tetangga kita berseri, pasar dalam negeri justru harus menelan pil pahit di penghujung pekan ini. Menarik untuk dilihat apakah sesi II nanti bisa membalikkan keadaan.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi