Prof Ikbar Bongkar Bahaya Legacy Jokowi: Orang Tak Lulus SMP Bisa Jadi Wapres!

- Minggu, 12 Oktober 2025 | 17:50 WIB
Prof Ikbar Bongkar Bahaya Legacy Jokowi: Orang Tak Lulus SMP Bisa Jadi Wapres!
Prof Ikrar: The Jokowi Legacy Sangat Berbahaya, Geng Solo Masih Bercokol - Analisis Lengkap

Prof Ikrar Sebut The Jokowi Legacy Sangat Berbahaya Bagi Indonesia

MURIANETWORK.COM - Pakar politik ternama, Prof Ikrar Nusa Bhakti, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Geng Solo masih bercokol di dalam pemerintahan Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikannya dalam siniar Abraham Samad Speak Up pada Minggu, 12 Oktober 2025.

Prof Ikrar mengkritik keras bahwa meski sempat ada wacana pembersihan, orang-orang dekat Joko Widodo (Jokowi) dari masa pemerintahannya di Solo masih tetap bertahan di kabinet. Ia secara khusus menyebut sejumlah nama seperti Bahlil Lahadalia dan Listyo Sigit Prabowo sebagai bagian dari lingkaran tersebut.

Mengapa The Jokowi Legacy Dianggap Berbahaya?

Menurut analisis Prof Ikrar, warisan atau legacy dari era pemerintahan Jokowi membawa dampak yang sangat berbahaya bagi masa depan Indonesia. Ia menegaskan bahwa orang-orang dari Geng Solo harus segera dibersihkan dari kabinet untuk mencegah dampak negatif yang lebih luas.

"The Jokowi legacy ini sangat berbahaya bagi Indonesia," tegas Prof Ikrar dalam siniar tersebut.

Kritik Terhadap Institusi TNI dan Polri

Prof Ikrar juga menyoroti kerusakan yang terjadi pada institusi Polri dan TNI selama era Jokowi. Ia menegaskan bahwa anggota Polri seharusnya tidak boleh terlibat dalam dunia politik, namun hal ini terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya.

Fenomena Calon Wakil Presiden Tidak Memenuhi Syarat

Yang lebih memprihatinkan lagi, Prof Ikrar menyoroti fenomena dimana calon wakil presiden yang tidak memenuhi persyaratan pendidikan tetap bisa maju dan bahkan terpilih menjadi wakil presiden.

"Satu hal bahwa polisi itu seperti juga TNI ya, tidak boleh berpolitik. Sekarang coba Anda bayangin, anak enggak lulus SMP jadi wakil presiden," ucapnya dengan nada prihatin.

Pernyataan Prof Ikrar ini menjadi bahan diskusi hangat mengenai masa depan politik Indonesia dan warisan dari pemerintahan sebelumnya.

Sumber artikel asli: Konteks.co.id

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar