Pasar komoditas Kamis kemarin (18/12) tampak beragam. Minyak mentah, misalnya, berhasil mengakhiri sesi dengan catatan hijau. Kenaikannya memang tipis, tapi cukup menarik perhatian. Investor tampaknya masih waspada dengan dua isu utama: ancaman sanksi baru Amerika Serikat terhadap Rusia dan potensi gangguan pasokan akibat blokade kapal tanker minyak Venezuela. Dua hal itu cukup untuk mendongkrak sentimen.
Mengutip Reuters, minyak Brent ditutup naik 14 sen atau 0,2 persen ke level USD 59,82 per barel. Sementara itu, patokan AS, West Texas Intermediate (WTI), naik sedikit lebih tinggi, yakni 21 sen atau 0,4 persen, menjadi USD 56,15 per barel.
Batu Bara
Nasib berbeda dialami batu bara. Komoditas ini justru melemah di hari yang sama. Data dari tradingeconomics menunjukkan penurunan sebesar 0,28 persen, sehingga harganya bertengger di angka USD 108,30 per ton.
CPO
Lain lagi dengan minyak kelapa sawit atau CPO. Komoditas andalan ini justru menguat. Pada penutupan perdagangan, harganya naik 0,35 persen, mencapai MYR 3.979 per ton. Kenaikan ini, meski kecil, memberi sedikit angin segar.
Nikel
Yang cukup mencolok adalah performa nikel. Logam ini benar-benar melesat. Catatan dari tradingeconomics menunjukkan kenaikan yang signifikan, yaitu 1,84 persen, yang mendorong harganya ke level USD 14.630 per ton. Kenaikan ini jadi salah satu yang terbesar di antara komoditas lain hari itu.
Timah
Sementara itu, timah juga ikut merasakan tren positif. Harganya menguat cukup solid sebesar 1,54 persen. Akhir sesi, logam ini bertahan di harga USD 42.927 per ton. Jadi, secara umum, logam-logam industri tampaknya mendapat dukungan yang baik di tengah keraguan di sektor energi fosil.
Artikel Terkait
Pendapatan Bluebird Kuartal I 2026 Tembus Rp1,45 Triliun, Naik 11,6 Persen
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Harapan Damai Timur Tengah dan Lonjakan Saham AMD
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi Baru, Didorong Saham AMD dan Meredanya Ketegangan Timur Tengah
Wall Street Cetak Rekor: S&P 500 dan Nasdaq Ditutup di Level Tertinggi Sepanjang Masa