Wall Street menutup perdagangan Kamis (18/12) dengan catatan hijau yang cukup meyakinkan. Sentimen pasar dibawa oleh dua hal utama: laporan inflasi yang ternyata lebih rendah dari perkiraan, dan proyeksi kinerja gemilang dari Micron yang jadi sinyal kuatnya permintaan AI.
Indeks S&P 500 naik 0,79 persen ke level 6.774,76. Nasdaq bahkan melonjak lebih kencang, 1,38 persen, menembus angka 23.006,36. Sementara itu, Dow Jones merangkak naik 0,14 persen, menutup di 47.951,85.
Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk November memang memberi angin segar. Kenaikan harga tahunan ternyata lebih rendah dari yang diprediksi banyak pihak. Namun begitu, ada catatan unik dari data kali ini. Biro Statistik Tenaga Kerja AS tidak merilis data perubahan bulanan, karena penutupan sebagian pemerintahan selama 43 hari sebelumnya sempat mengacaukan proses pengumpulan data di bulan Oktober.
Bill Merz, kepala riset pasar modal di U.S. Bank Asset Management Group, memberi komentar yang cukup berhati-hati.
“Laporan CPI ini konstruktif, bisa meredakan tekanan pada para pembuat kebijakan. Peluang untuk pemangkasan suku bunga tahun depan jadi lebih terbuka. Tapi, kita masih perlu lihat data bulan depan untuk konfirmasi. Jangan-jangan ada distorsi karena efek penutupan pemerintah,” ujarnya.
Nada hati itu sepertinya mewakili banyak pelaku pasar. Mereka sekarang memberi probabilitas 58 persen untuk The Fed bersikap lebih longgar pada Maret mendatang.
Di sisi lain, data klaim tunjangan pengangguran pekan lalu justru turun, berbalik dari lonjakan di pekan sebelumnya. Ini mengisyaratkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih cukup stabil memasuki Desember.
Performa saham secara luas terlihat solid. Enam dari sebelas sektor di S&P 500 naik, dengan sektor consumer discretionary memimpin kenaikan 1,78 persen. Saham Lululemon naik 3,5 persen setelah kabar akuisisi saham besar-besaran oleh investor aktivis Elliott. Starbucks juga ikut meroket 4,9 persen.
Tapi, bintang utama hari itu jelas Micron Technology. Saham produsen chip ini melesat 10,2 persen! Pemicunya, proyeksi laba kuartalan mereka hampir dua kali lipat dari ekspektasi analis. Ini semua didorong oleh permintaan gila-gilaan untuk teknologi kecerdasan buatan. Saham memori lain seperti SanDisk dan Western Digital ikut terbawa euforia, mendorong indeks semikonduktor Philadelphia naik 2,6 persen.
Perlu diingat, euforia AI ini punya sisi lain. Belanja besar-besaran perusahaan untuk teknologi AI yang dibiayai utang, plus ketidakpastian soal strategi monetisasinya, sempat bikin investor khawatir sepanjang kuartal ini.
Ada juga aksi rebound dan lonjakan spektakuler lainnya. Saham Oracle bangkit 0,9 persen, pulih dari tekanan sehari sebelumnya. Yang lebih dramatis, saham Trump Media & Technology melonjak gila-gila-an 41 persen! Lonjakan ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan merger dengan perusahaan energi fusi TAE Technologies, dengan valuasi gabungan lebih dari 6 miliar dolar AS.
Secara keseluruhan, suasana pasar terlihat optimis. Di NYSE, saham yang naik mengalahkan yang turun dengan rasio 1,9 banding 1. Di Nasdaq, rasio saham naik terhadap turun berada di 1,63 banding 1. Volume perdagangan terbilang padat, mencapai 16,89 miliar saham, meski sedikit di bawah rata-rata 20 hari.
Ketiga indeks utama ini berhasil bangkit dari posisi terendah tiga pekan terakhir. Indeks Russell 2000 yang berisi saham-saham kecil pun ikut menguat 0,8 persen. Sebuah pemulihan yang cukup melegakan untuk mengakhiri pekan.
Artikel Terkait
Krakatau Osaka Steel Tutup Produksi Akhir April, Kalah Saing Lawan Banjir Baja Impor Murah
KOKA Raih Kontrak Konstruksi Silo Alumina Rp31,3 Miliar dari Anak Usaha ADMR
AEP Nusantara Holdings Kuasai 98,26% Saham Pinago Utama, Wajib Lakukan Tender Wajib
IHSG Siang Ini Menguat 0,65 Persen ke 7.102,72, Ditopang Sektor Non-Keuangan