Potret Demografi IKN: Mayoritas Usia Produktif, Ada Warga Berusia 108 Tahun

- Kamis, 18 Desember 2025 | 15:54 WIB
Potret Demografi IKN: Mayoritas Usia Produktif, Ada Warga Berusia 108 Tahun

Jakarta, Selasa lalu (16/12), Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Bappenas dan Otorita IKN merilis hasil pendataan penduduk Ibu Kota Nusantara untuk tahun 2025. Hasilnya? IKN kini dihuni oleh sekitar 147,43 ribu jiwa. Mereka tersebar dalam 43 ribu lebih rumah tangga.

Yang menarik, hampir 68 persen dari mereka berada dalam usia produktif. Artinya, secara demografis, IKN punya modal sumber daya manusia yang cukup kuat untuk digerakkan.

Kalau dilihat dari sebarannya, penduduk IKN terkonsentrasi di beberapa titik. Desa Samboja Kuala, Muara Jawa Ulu, Muara Jawa Pesisir, dan Telemow adalah wilayah dengan kepadatan tertinggi lebih dari 400 jiwa per kilometer perseginya. Tak heran, kawasan-kawasan itu jadi pusat keramaian dan aktivitas sehari-hari. Menurut sejumlah analis, wilayah-wilayah padat ini tentu harus jadi prioritas utama dalam penyediaan layanan dasar dan infrastruktur ke depannya.

Namun begitu, beban tanggungannya juga perlu diperhitungkan. Rasio ketergantungan di IKN tercatat 47,25. Angka itu berarti, setiap 100 orang usia produktif menanggung hidup sekitar 47 hingga 48 orang yang belum atau tidak lagi produktif.

Dari sisi komposisi, separuh penduduk IKN didominasi generasi Z dan milenial. Jumlah laki-laki juga sedikit lebih banyak ketimbang perempuan, dengan rasio jenis kelamin 106.

Penduduk Tertua Berusia 108 Tahun

Ada fakta unik yang terungkap dari data ini. Penduduk tertua di IKN ternyata berusia 108 tahun! Beliau adalah seorang perempuan kelahiran Ujung Pandang yang lahir di masa-masa akhir Perang Dunia Pertama.

Soal mobilitas, tampak bahwa IKN sudah mulai menarik minat pendatang. Sebanyak 41,16 persen penduduknya lahir di luar wilayah IKN. Sementara itu, sekitar 6 persen tercatat baru pindah ke sana dalam lima tahun terakhir.

Dari mana saja asal mereka? Tiga besar provinsi penyumbang migran terbesar adalah Kalimantan Timur (29,20%), Sulawesi Selatan (20,36%), dan Jawa Timur (12,91%).

Data kesehatan yang dihimpun pun cukup mencerminkan kondisi sosial. Angka kematian bayi ada di kisaran 14-15 per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian ibu sekitar 143 per 100.000 kelahiran hidup.

Yang juga menarik adalah soal angka kelahiran. Angka kelahiran total di IKN tercatat 2,14. Ini lebih rendah dari rata-rata jumlah anak yang diinginkan oleh perempuan usia subur di sana, yaitu 2,59. Fenomena ini menunjukkan adanya underachieved fertility harapan punya anak tak sepenuhnya terwujud.

Di sisi lain, pendataan ini berhasil memetakan lokasi rumah tangga secara spasial. Hasil geotagging ini bakal sangat berguna untuk menargetkan kebijakan dengan lebih presisi.

Data itu juga mengungkap kondisi riil di lapangan. Masih ada, misalnya, 232 rumah tangga yang lantai terluas rumahnya masih tanah. Lalu, 142 rumah tangga tanpa fasilitas buang air besar, dan 530 rumah tangga mengandalkan air hujan sebagai sumber air minum utama. Bahkan, 49 rumah tangga lainnya belum menikmati aliran listrik.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menekankan pentingnya data ini.

“Selain menyediakan data penduduk yang lengkap, kegiatan ini menghasilkan indikator kependudukan untuk perumusan kebijakan, menyediakan geotagging rumah tangga untuk intervensi yang lebih presisi, serta menjadi kerangka dasar bagi survei dan analisis strategis di wilayah IKN ke depan,” jelas Amalia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/12).

Pernyataan senada datang dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.

“Sensus bukan sekedar pendataan melainkan upaya negara untuk lebih memahami warganya,” ujarnya.

Menurut Rachmat, data kependudukan ini adalah pondasi bagi keberlanjutan pembangunan IKN.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menambahkan bahwa publikasi BPS ini akan jadi rujukan utama.

“Publikasi ini akan menjadi rujukan utama bagi semua yang akan bergerak bersama dalam membangun IKN. Ini sekarang menjadi lengkap, delineasi wilayah telah ditetapkan dan penduduk juga telah didata,” kata Basuki.

Pelaksanaan pendataan ini sendiri melibatkan 856 petugas lapangan dari masyarakat sekitar. Mereka bekerja dari 1 Juli hingga 15 Agustus 2025. Kolaborasi ketiga lembaga ini, dalam kata mereka, adalah wujud nyata upaya terintegrasi untuk menyediakan statistik dasar di IKN. Sebuah langkah awal yang krusial untuk membangun ibu kota baru.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar