Jakarta bakal menjadi tempat penyelenggaraan Public Expose tahunan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE). Acara itu dijadwalkan berlangsung Kamis depan, tanggal 18 Desember 2025. Menjelang momen tersebut, sejumlah data kinerja keuangan perusahaan pun mencuat.
Per posisi 30 September lalu, aset lancar CBRE melonjak tajam. Angkanya naik Rp45,5 miliar, didorong terutama oleh peningkatan kas. Sumbernya? Dari pinjaman bank yang berhasil diraih perusahaan. Di sisi lain, aset tidak lancar justru mengalami penurunan sekitar Rp26,57 miliar. Penyusutan aset tetap disebut-sebut sebagai penyebabnya.
Soal kewajiban, liabilitas lancar terpantau relatif stabil di angka Rp89,52 miliar. Namun begitu, liabilitas tidak lancar justru membengkak. Catatannya, naik Rp51,2 miliar, seiring dengan penarikan pinjaman bank jangka panjang.
Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (16/12), manajemen CBRE membeberkan target mereka ke depan. Fokusnya jelas: mendongkrak pendapatan dan mengejar efisiensi operasional.
“Strategi tersebut mencakup peningkatan pendapatan minimal 30 persen secara tahunan melalui penguatan kontrak charter baru dan optimalisasi aset, termasuk kontribusi dari kontrak jangka panjang Pipe Laying & Lifting Vessel.”
“Selain itu, Perseroan menargetkan perbaikan margin melalui efisiensi konsumsi bahan bakar, manajemen kru dan rute, penurunan beban operasional sebesar 10–15 persen, serta penguatan disiplin arus kas dan pengelolaan piutang,” tulis manajemen.
Artikel Terkait
Rapat Tertutup Malam Sabtu: Menteri dan OJK Bahas Calon Pimpinan Baru BEI
Gelombang Modal Asing Meninggalkan Pasar RI, BI Waspadai Gejolak
Pemangkasan Produksi Batu Bara 70 Persen, Ancaman PHK Massal Mengintai
APBI Soroti Pemangkasan Produksi Batu Bara 2026, Ancaman PHK dan Guncangan Ekonomi Mengintai