Untuk menopang semua target itu, CBRE mengandalkan sejumlah aset. Armada mereka saat ini terdiri dari dua kapal tunda, empat kapal tongkang, satu unit kapal induk, dan satu unit kapal Offshore Support Vessel (OSV) jenis pipe laying and lifting vessel.
Perjalanan CBRE di pasar modal sendiri dimulai dengan pencatatan saham pada 29 Desember 2022. Tak lama setelahnya, tepatnya 9 Januari 2023, perusahaan melaksanakan penawaran umum perdana (IPO). Aksi korporasi itu berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp79,704 miliar. Mekanismenya melalui penerbitan 738 juta saham biasa, yang mewakili sekitar 16,26% modal setelah penawaran.
Ada lagi perkembangan menarik. Saat ini CBRE sedang menjalani proses re-flagging dan pengurusan sertifikat untuk sebuah kapal. Kapal yang sebelumnya bernama HAI LONG 106 itu kini berganti nama menjadi GUNANUSA HAI LONG 106, menyesuaikan kepemilikan dan operasional.
Proses tersebut rupanya sudah membuahkan hasil. Pada 5 November 2025, CBRE mengantongi kontrak kerja sama time charter dengan PT Gunanusa Utama Fabricators. Kontrak ini untuk mendukung proyek bernama Hidayah.
Dari kacamata operasional, kerja sama ini diharapkan bisa mendongkrak utilisasi armada. Sekaligus, tentu saja, memperluas basis pelanggan di sektor jasa penunjang migas.
Artikel Terkait
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri