Penggerebekan Narkoba di Banyuasin Berakhir Bak Adegan Film
Penggerebekan narkoba yang seharusnya berjalan lancar di Desa Tanjung III, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin, justru berubah jadi mencekam. Bayangkan saja, 35 personel Satuan Reserse Narkoba Polres Banyuasin harus menghadapi perlawanan yang sama sekali tak terduga. Bukan tembakan atau senjata tajam, melainkan teriakan histeris dan aksi ibu-ibu yang berguling-guling di tanah. Suasana makin kacau ketika bedug masjid dipukul berulang kali, seolah memberi sinyal bahaya pada warga sekitar.
Semua bermula pada Kamis pagi (20/11/2025) sekitar pukul 06.30 WIB. Tapi persiapannya sudah dimulai jauh lebih pagi. Pukul 04.00 WIB, para polisi sudah bergerak dari Mapolres dengan menggunakan speedboat. Mereka menyusuri sungai dengan hati-hati, menuju wilayah yang dikenal sebagai “zona merah” peredaran narkoba di pinggiran Sungai Musi. Rencananya, ini akan jadi operasi senyap.
Namun begitu mendekati lokasi, strategi itu buyar. Beberapa ibu-iba tiba-tiba keluar rumah sambil menjerit-jerit. Mereka lalu berguling di tanah, membuat fokus petugas sempat terpecah belah.
“Reaksi ibu-ibu itu cukup ekstrem, membuat fokus anggota sempat terpecah,” ungkap Kasat Narkoba Polres Banyuasin, Iptu Dian Idaman, Sabtu (22/11/2025).
Ketegangan pun memuncak. Warga lain mulai berdatangan, sebagian mencoba berdebat dan mendekati lokasi penggerebekan. Suasana jadi makin panas.
Di sisi lain, polisi tetap berusaha melanjutkan tugas. Mereka menggeledah rumah target, Carman alias Ujang Begi (47), yang disebut-sebut sebagai bandar berpengaruh di wilayah itu. Meski dihadang situasi yang tidak menentu, penindakan tetap dilakukan tanpa kekerasan berlebihan.
Hasil penggeledahan pun cukup mencengangkan. Di plafon rumah tersangka, petugas menemukan barang bukti yang tak main-main: 2 senjata api rakitan jenis revolver, 35 butir amunisi 9 mm, 5 butir amunisi 38 mm, 10 bungkus sabu bruto 101,36 gram, 92 butir ekstasi berbagai merek, serbuk dan patahan ekstasi 5,93 gram, 3 timbangan digital, dan 1 ponsel Android. Barang-barang itu disembunyikan berdampingan dengan narkotika, memperkuat dugaan bahwa mereka telah menangkap bandar aktif.
Menurut Dian, operasi ini bukan tanpa dasar. Mereka sudah melakukan analisa intelijen dan menindaklanjuti laporan masyarakat tentang lokasi transaksi narkoba yang dinilai sudah sangat meresahkan.
“Daerah ini rawan. Kami sudah memperhitungkan potensi perlawanan, karena itu kita turunkan personel yang memadai,” tegasnya.
Ia juga tak main-main dengan peringatan. “Siapa pun yang menghalangi proses hukum bisa dipidana. Tidak ada toleransi bagi yang membantu bandar narkoba,” tutupnya dengan nada tegas.
Artikel Terkait
Dua Pemuda Tenggelam di Danau Ranu Betok Probolinggo, Ditemukan Tewas
Tokoh Adat Papua Pelapor Film Pesta Babi Minta Perlindungan ke LPSK
Kebakaran Hanguskan Rumah Orang Tua Mantan Pj Bupati Kerinci, Kerugian Capai Ratusan Juta
Knicks Selangkah Lagi ke Gelar NBA Setelah Kalahkan Spurs 105-104 di Game 2