"Kita melihat dinamika pasar hotel itu kan adalah dari aktivitas pemerintah. Tekanannya cukup dalam juga dari tahun 2025 dan secara reguler, kita melihatkan banyak kehilangan,"
ungkap Maulana menjelaskan situasi yang dihadapi.
Namun begitu, pandangan ke depan masih ada. PHRI mulai menatap tahun 2026 dengan sedikit lebih optimis. Harapannya, pemerintah bisa mulai menggenjot belanja dan aktivitas MICE itu sejak kuartal pertama tahun depan. Kalau itu terjadi, pemulihan industri pariwisata mungkin bisa benar-benar dimulai.
"Tahun depan itu harapan kita pemerintah melakukan belanjanya di kuartal I. Kita berharap dengan kondisi 2026 ini bisa lebih baik lagi okupansinya,"
pungkasnya. Sekarang, tinggal menunggu waktu dan realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri