"Kita melihat dinamika pasar hotel itu kan adalah dari aktivitas pemerintah. Tekanannya cukup dalam juga dari tahun 2025 dan secara reguler, kita melihatkan banyak kehilangan,"
ungkap Maulana menjelaskan situasi yang dihadapi.
Namun begitu, pandangan ke depan masih ada. PHRI mulai menatap tahun 2026 dengan sedikit lebih optimis. Harapannya, pemerintah bisa mulai menggenjot belanja dan aktivitas MICE itu sejak kuartal pertama tahun depan. Kalau itu terjadi, pemulihan industri pariwisata mungkin bisa benar-benar dimulai.
"Tahun depan itu harapan kita pemerintah melakukan belanjanya di kuartal I. Kita berharap dengan kondisi 2026 ini bisa lebih baik lagi okupansinya,"
pungkasnya. Sekarang, tinggal menunggu waktu dan realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya: Saatnya Serok-Serok Saham di Tengah Koreksi
InJourney Perkuat Ekosistem Pariwisata Terpadu Bali-Nusra Lewat Kolaborasi Regional
Prasetyo Hadi Bantah Keterlibatan Istana dalam Mundurnya Dirut BEI
Pemerintah Pacu Demutualisasi BEI dan Naikkan Free Float, Respons Tekanan Global