Batu bara-batu bara itu dialirkan untuk menghidupi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Jawa dan Bali. Bayangkan saja, aliran pasokan yang stabil ini menopang sistem kelistrikan untuk sekitar 158 juta jiwa. Jadi, peran kereta api di sini benar-benar krusial ia jadi penghubung vital dalam rantai pasok energi kita.
Di sisi lain, tentu saja KAI tidak cuma mengangkut batu bara. Setiap harinya, rangkaian kereta panjang juga membawa komoditas strategis lain yang tak kalah pentingnya. Mulai dari semen dan klinker untuk proyek-proyek infrastruktur, peti kemas berisi barang-barang konsumsi, sampai dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dibutuhkan sektor transportasi dan industri.
Anne menambahkan, untuk menjaga ritme ini, KAI terus fokus pada keandalan operasi. Pengelolaan yang terukur, komitmen terhadap keselamatan, dan koordinasi intens dengan mitra logistik di lapangan jadi kuncinya.
"Ketika distribusi berjalan lancar, masyarakat merasakan dampaknya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari,"
tutupnya. Dan memang, di balik deru lokomotif dan gerbong-gerbong panjang itu, ada denyut nadi perekonomian yang terus berdetak.
Artikel Terkait
Erajaya Pacu Ekspansi, Bidik Kenaikan Laba 18% dengan Strategi Gaya Hidup dan EV
Trump Tunjuk Kevin Warsh Pimpin Fed, Ekonom Terbelah
Yogya Galang Dana Kreatif, Atasi Rp32 Triliun yang Tidur di Bank
PT Singaraja Butuh Rp2,73 Triliun untuk Genjot Produksi Batu Bara