Jalur Evakuasi yang Hilang, 22 Nyawa Terjebak di Gedung Terra Drone

- Rabu, 10 Desember 2025 | 11:42 WIB
Jalur Evakuasi yang Hilang, 22 Nyawa Terjebak di Gedung Terra Drone

Asap sudah mengepul, tapi jalan untuk menyelamatkan diri nyaris tak ada. Begitulah gambaran kelam yang terungkap dari kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Selasa lalu. Peristiwa itu merenggut nyawa 22 karyawan. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akar masalahnya terletak pada desain gedung yang abai terhadap keselamatan.

"Memang problem utamanya adalah gedung tersebut tidak dipersiapkan dengan rescue kalau terjadi kebakaran," ujar Pramono.

Dia menyampaikan hal itu di sela-sela acara Innovative Government Awards 2025 di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (10/12).

Penjelasannya cukup gamblang. Di dalam gedung, alat pemadam seperti hidran mungkin ada. Tapi itu saja tidak cukup. Yang justru krusial dan ternyata hilang adalah jalur evakuasi yang layak. Saat api berkobar dan kepanikan melanda, para karyawan seperti terjebak. Mereka berusaha naik ke atap untuk mencari udara, namun malah bertemu dengan asap tebal yang menyapu dari bawah. Situasi chaos itulah yang diduga kuat menjadi penyebab tingginya jumlah korban jiwa.

"Ketika kebakar, akhirnya orang, karyawannya, naik ke atas [rooftop] semua, kemudian asap dari bawah. Itulah yang menyebabkan kenapa kemudian yang meninggal cukup banyak," tutur Pramono.

Di tengah duka ini, pemerintah provinsi berjanji tak tinggal diam. Bantuan akan disiapkan, baik untuk korban yang mengalami luka-luka maupun bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Tetapi tugas Jakarta, pemerintah Jakarta yang saya pimpin adalah bagaimana memberikan kemudahan bagi siapa pun yang meninggal untuk bisa dibantu dimakamkan di Jakarta atas tanggung jawab pemerintah Jakarta. Termasuk yang luka, sakit, dan sebagainya kami tanggung," tegasnya.

Gedung yang terletak di Jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru itu jadi lokasi duka di tengah jam istirahat makan siang. Korban berjatuhan saat seharusnya mereka sedang beristirahat.

Sementara ini, penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari ledakan baterai drone di salah satu lantai. Namun begitu, penyelidikan mendalam masih terus digelar oleh kepolisian untuk memastikan titik awal musibah dan kemungkinan ada faktor lain.

Terra Drone Indonesia sendiri merupakan bagian dari jaringan Terra Drone Corporation asal Jepang. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan produk dan jasa drone untuk beragam sektor industri. Kini, di balik reputasinya di dunia teknologi, tersimpan duka yang dalam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar