tambah Inarno lagi. Peringatan yang bijak, mengingat pasar saham memang penuh gejolak.
Nyatanya, hingga November 2025, kinerja pasar modal kita masih menunjukkan tren positif. IHSG ditutup di level 8.508,71 – naik 4,22% dari bulan sebelumnya. Secara year to date, kenaikannya bahkan mencapai 20,18%. Cukup solid.
Bahkan, indeks sempat mencetak rekor baru alias All-Time High di level 8.602,13 pada 26 November lalu. Kapitalisasi pasarnya pun membengkak, menyentuh angka Rp15.711 triliun di hari yang sama. Angka yang fantastis.
Indeks lain juga tak ketinggalan. Secara year to date, indeks LQ45 dan IDX80 masing-masing tumbuh 2,31 persen dan 9,38 persen. Semua data ini seolah mengonfirmasi bahwa ketahanan ekonomi nasional masih cukup tangguh, meski dunia luar tak pasti.
Jadi, proyeksi Menteri Purbaya itu bukan tanpa dasar. Tapi seperti biasa, investor harus tetap berpijak pada data dan mengelola risiko dengan cermat. Menanti 2025 dengan penuh harap, tapi juga siap siaga.
Artikel Terkait
BRI Salurkan Kredit Rp4 Triliun ke Dua Anak Usaha Golden Energy Mines
GEMA Gelar Buyback Saham Senilai Rp2 Miliar hingga 2026
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Belum Dipangkas Pemerintah
IHSG Anjlok 1,61%, Sentimen Jual Dominasi Pasar