Nusantara62 - Berikut lanjutan Kisah Ki Gondolelana Mendalang di Gunung Gludug, Cerita Rakyat Jawa Tengah:
Suara sindhen 'penyanyi perempuan' Nyi Gendinglaras, Nyi Maduswara, dan Nyi Kamti serta suara wiraswara 'penyanyi laki-laki' Ki Midi mulai terdengar merdu mendayu-dayu.
Pentas wayang yang digelar oleh Ki Gandalelana sangat meriah.
Baca Juga: Cerita Rakyat Betawi, Kisah Tragis Si Manis Jembatan Ancol
Semalan suntuk tidak ada satu tamu pun yang meninggalkan tempat duduknya.
Raja siluman dan rakyatnya merasa puas.
Ki Bledeg Ragamaya memuji penampilan Ki Gandalelana. Ia memberi upah kepada Ki Gandalelana berlebihan.
Baca Juga: Kisah Pilu Beru Ginting Pase, Peristiwa Tragis di Sarinembah, Hilangnya Marga Ginting Pase
Ki Gandalelana pun sangat senang. "Ki Bledeg Ragamaya, sehubungan tugas saya telah selesai, saya dan anak buah mohon pam it."
"Ya, pulanglah," kata Ki Bledeg Ragamaya,
"Pesan saya, di antara kalian jangan sampai ada yang bertengkar di tengah perjalanan. Jika kalian melanggar pesan ini maka kalian akan mendapat malapetaka."
Baca Juga: Cerita Rakyat Sumatera Utara, Kisah Si Boru Naitang, Aib Memilukan di Pulau Samosir
"Baiklah, semua pesan Ki Bledeg Ragamaya akan kami ingat," jawab Ki Gandalelana.
Ki Gandalelana dan rombongan diantar dua andong. Ki Gandalelana, para sinden, wiraswara, gender, dan rebab naik andong yang depan, sedangkan niyaga lainnya naik andong yang belakang.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
Pembiayaan Cicil Emas BSI Melonjak 97,9 Persen, Tembus Rp16,93 Triliun di Tengah Tren Investasi Lindung Inflasi
Perusahaan China Incar Peluang Besar di Balik Target PLTS 100 GW Indonesia, Soroti Kebutuhan Teknologi Penyimpanan Energi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD Lampung Barat dan Buka Munas Hipmi 2026 di Lampung
Investor China dan Hong Kong Dilarang Ikut IPO SpaceX, Alihkan Buruan ke Saham Terkait