"Penerbangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan pasokan tetap aman, sekaligus membantu pemulihan wilayah yang terdampak,"
ujarnya.
Semua proses ini tentu tidak berjalan sendirian. Ada koordinasi ketat dengan otoritas bandara, pemda, TNI, dan Polri. Kerja sama ini penting agar logistik energi tetap stabil di tengah keterbatasan akses darat.
Harapannya jelas. Selain untuk mendukung operasi penanganan bencana oleh BNPB, pasokan ini nantinya akan disalurkan ke SPBU di Bener Meriah dan Aceh Tengah.
"Lambat laun, aktivitas masyarakat di sana bisa pulih. Itu target kami," tegas Mars Ega.
Jadi, setiap kali pesawat itu mendarat di Rembele, yang dibawanya bukan cuma bahan bakar. Tapi juga secercah harapan bahwa kehidupan di wilayah terdampak perlahan akan kembali bergerak.
Artikel Terkait
Yogya Galang Dana Kreatif, Atasi Rp32 Triliun yang Tidur di Bank
PT Singaraja Butuh Rp2,73 Triliun untuk Genjot Produksi Batu Bara
Udang di Piring Sekolah: Antara Gizi, Logistik, dan Masa Depan Petambak
IHSG Terkapar, Saham AIMS Anjlok Hampir 50% di Pekan Mencekam