Eskalasi Militer Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Belasan Warga dalam Serangan Udara

- Rabu, 19 November 2025 | 22:35 WIB
Eskalasi Militer Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Belasan Warga dalam Serangan Udara
Eskalasi Militer Israel di Lebanon Selatan Picu Korban Jiwa

Eskalasi Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Belasan Warga

Serangan udara menargetkan kota Deir Kifa dan Shehur dalam eskalasi terbaru yang disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata

POIN UTAMA:

  • 13 orang tewas dalam serangan terhadap kamp pengungsi Palestina
  • Militer Israel klaim target infrastruktur Hizbullah
  • Peringatan evakuasi disebarkan via media sosial
  • Lebanon tuduh Israel langgar gencatan senjata

BEIRUT - Gelombang serangan udara Israel di Lebanon selatan telah menewaskan sedikitnya 13 orang dalam serangan yang difokuskan pada dua kota utama, menurut laporan resmi pemerintah Lebanon. Serangan ini merupakan yang terparah sejak gencatan senjata November 2024 antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) mengonfirmasi bahwa serangan menghantam kota Deir Kifa dan Shehur, dengan korban termasuk warga sipil dan pengungsi Palestina. Sumber militer Lebanon menyebut serangan ini sebagai "pelanggaran nyata" terhadap kesepakatan gencatan senjata.

"IDF saat ini sedang menyerang beberapa lokasi infrastruktur teror Hizbullah di Lebanon selatan," demikian pernyataan resmi militer Israel yang dikutip dalam laporan.

Militer Israel mengklaim telah memberikan peringatan evakuasi melalui platform media sosial X, dengan mengunggah peta detail yang mengidentifikasi bangunan-bangunan target. Mereka mendesak warga sipil untuk segera mengungsi dari zona konflik.

KORBAN SIPIL BERJALAN

Di luar serangan utama, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan satu orang tewas dan 11 lainnya luka-luka dalam serangan terpisah terhadap kendaraan di Tiri. Menurut laporan NNA, korban termasuk pekerja pemerintah kota dan sejumlah mahasiswa yang sedang dalam perjalanan.

"Bus universitas yang membawa 26 mahasiswa melintas di lokasi kejadian, menyebabkan beberapa penumpang terluka," jelas pernyataan resmi NNA.

PELANGGARAN GENCATAN SENJATA

Pemerintah Lebanon menuduh Israel secara konsisten melanggar gencatan senjata dengan mempertahankan pasukan di lima wilayah strategis di selatan Lebanon. Sementara itu, Israel membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan serangan mereka sebagai respons terhadap "upaya Hizbullah yang dilarang untuk membangun kembali aktivitas militer".

Hizbullah sendiri secara tegas menolak tekanan internasional untuk melucuti senjata. Kelompok tersebut bersikeras mempertahankan kapasitas militernya sebagai "deteren penting" menghadapi Israel.

Eskalasi terbaru ini mengancam stabilitas regional yang sudah rapuh, dengan pihak internasional memperkirakan potensi perluasan konflik jika komunikasi antar pihak tidak segera dibangun.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar