Kinerja Bea Cukai disebut mulai membaik. Ini terjadi tak lama setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan semacam "ancaman" untuk membenahi institusi tersebut. Berita ini pun ramai diperbincangkan dan menjadi yang paling banyak dibaca pada Sabtu (13/12) kemarin.
Selain itu, ada juga kabar menarik dari maskapai Citilink yang membuka jalur baru ke luar negeri. Simak rangkuman lengkapnya di bawah ini.
Ancaman Purbaya Ternyata Berhasil? Kinerja Bea Cukai Dilaporkan Membaik
Gara-gara dinilai kinerjanya kurang maksimal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat melontarkan wacana ekstrem: membekukan Ditjen Bea dan Cukai. Pernyataannya itu dia sampaikan usai rapat dengan Komisi XI DPR, Kamis (27/11) lalu. Sebuah langkah yang cukup mengejutkan banyak pihak.
Namun begitu, Purbaya rupanya sudah meminta waktu satu tahun kepada Prabowo untuk membenahi keadaan. Dia sadar, kalau instansi itu benar-benar dibekukan, nasib sekitar 16.000 karyawannya bakal terancam. Itu beban yang tidak ringan.
Lantas, apa saja masalah yang mendesak untuk diperbaiki? Ternyata cukup banyak. Mulai dari maraknya penyelundupan barang ilegal, sampai praktik under-invoicing. Praktik terakhir ini cukup licik, di mana nilai barang impor atau ekspor sengaja dilaporkan lebih rendah dari harga sebenarnya di dokumen resmi. Kerugian negara pun bisa membengkak.
Citilink Merambah Rute Baru: Jakarta-Bangkok, Tepat di Musim Liburan
Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), Citilink justru mengumumkan pembukaan rute internasional baru. Maskapai ini akan menerbangi rute Jakarta-Bangkok, menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dengan Bandara Don Mueang di ibu kota Thailand.
Menurut Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, rute ini sudah beroperasi sejak Jumat (12/12).
“Bangkok adalah kota yang sangat dinamis di Asia Tenggara. Dengan membuka rute ini, kami berharap bisa memberikan lebih banyak kemudahan dan pilihan perjalanan bagi masyarakat di kedua negara,” jelas Darsito.
Kutipan pernyataannya itu dilansir dari Antara, Sabtu (13/12). Penambahan rute ini bukan cuma soal bisnis, tapi juga untuk memperkuat konektivitas regional dan menjawab tingginya permintaan perjalanan antara Indonesia dan Thailand yang terus meningkat belakangan ini.
Artikel Terkait
Harga Emas di Pegadaian Melonjak, UBS Catat Kenaikan Tertinggi Rp111.000 per Gram
IHSG Melonjak 1,17 Persen di Awal Perdagangan, Seluruh Sektor Kompak Menguat
RUPSLB PT Raharja Energi Cepu Ditunda karena Tunggu Klarifikasi OJK
Pendapatan Bluebird Kuartal I 2026 Tembus Rp1,45 Triliun, Naik 11,6 Persen