OKI Kecam Serangan Udara Israel di Gaza yang Tewaskan Lebih dari 100 Warga Palestina
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) secara resmi mengutuk serangan udara Israel yang menargetkan Jalur Gaza. Serangan militer ini dilaporkan telah mengakibatkan lebih dari 100 korban jiwa warga Palestina.
Pelanggaran Gencatan Senjata dan Hukum Humaniter
Sekretariat Jenderal OKI menegaskan bahwa serangan Zionis ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata. OKI menyoroti bahwa sebagian besar korban adalah kelompok rentan, termasuk anak-anak dan perempuan.
Desakan kepada Komunitas Internasional
OKI mendesak komunitas internasional untuk segera menekan Israel mematuhi kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional. Organisasi ini menyerukan agar gencatan senjata dipertahankan dan bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Jalur Gaza tanpa hambatan.
Eskalasi Kekerasan di Tepi Barat dan Yerusalem
OKI juga mengutuk peningkatan serangan Israel di Tepi Barat, termasuk penutupan akses menuju Yerusalem. Tindakan ini diduga dilakukan untuk mengamankan pergerakan pemukim ekstremis.
Ancaman terhadap Masjid Al-Aqsa
Organisasi tersebut menyoroti pelanggaran berkelanjutan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa. OKI menilai tindakan ini sebagai bagian dari upaya sistematis untuk mengubah status quo Yerusalem, yang melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.
Artikel Terkait
Kremlin Perketat Keamanan Putin di Tengah Kekhawatiran Kudeta dan Gelombang Pembunuhan Tokoh Militer
Persetujuan Publik terhadap Trump Anjlok ke 34 Persen, Terendah Sepanjang Masa Jabatan Kedua
Menlu Iran Akan ke Moskow Bahas Gencatan Senjata di Tengah Ketegangan dengan AS
Perang Iran Kuras Persediaan Rudal AS, Picu Kekhawatiran Kerentanan Jangka Pendek