Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom, Jumat (12/12/2025) lalu, akhirnya menghasilkan keputusan penting. Para pemegang saham independen menyetujui pemisahan bisnis Wholesale Fiber Connectivity ke dalam sebuah entitas baru bernama PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia.
Persetujuan ini memang krusial. Soalnya, transaksi ini masuk kategori afiliasi, sehingga butuh lampu hijau khusus dari pemegang saham independen sesuai aturan OJK. Dan mereka memberikannya.
Langkah spin-off ini bukan sekadar aksi korporasi biasa. Ini adalah bagian sentral dari strategi transformasi TLKM 30 yang sedang digenjot Telkom. Intinya, perusahaan ingin struktur usahanya lebih fokus dan lincah. Di sisi lain, lahirnya InfraNexia diharapkan jadi mesin pertumbuhan baru. Caranya? Dengan mengoptimalkan aset infrastruktur fiber yang ada dan meningkatkan kualitas layanan digital.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada para pemangku kepentingan atas dukungan serta kepercayaan yang senantiasa diberikan,” ujar Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini.
“Persetujuan ini memperkuat agenda transformasi perseroan untuk membangun struktur usaha yang lebih fokus dan tangkas,” tambahnya.
Dian meyakini, langkah ini akan memungkinkan Telkom berkontribusi lebih besar bagi digitalisasi nasional. Manfaatnya dirasakan banyak pihak, mulai dari perusahaan sendiri hingga negara.
Artikel Terkait
Gelombang Modal Asing Meninggalkan Pasar RI, BI Waspadai Gejolak
Pemangkasan Produksi Batu Bara 70 Persen, Ancaman PHK Massal Mengintai
APBI Soroti Pemangkasan Produksi Batu Bara 2026, Ancaman PHK dan Guncangan Ekonomi Mengintai
Erajaya Pacu Ekspansi, Bidik Kenaikan Laba 18% dengan Strategi Gaya Hidup dan EV