Di sisi lain, momentum positif terus berlanjut. Di Macquarie Park, pembangunan hotel keempat mereka akan menggunakan teknologi Robotic Volumetric Modular Construction. Teknologi ini disebut bisa mempercepat waktu pengerjaan dan tentu saja, lebih ramah lingkungan.
Konstruksinya ditargetkan mulai Juli 2026 dan selesai dalam 12 bulan. Hotel ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan penanda dimulainya platform hotel modular mereka secara global.
“Setelah kami mengamankan dua proyek besar berikutnya di Australia, Indonesia akan menjadi babak selanjutnya. Platform hotel modular kami dirancang untuk ekspansi global, dan Indonesia akan menjadi salah satu pasar pertama yang kami masuki,”
urai Iwan tentang rencana jangka panjangnya.
Dengan pengalaman lebih dari seperempat abad dan berbagai kolaborasi strategis, Iwan kini membuka akses platformnya ke investor yang lebih luas. Semua ini berjalan menjelang rencana IPO di tahun 2031.
Samuel Sunito, Director of Fund One Global Capital, menegaskan hal serupa. Menurutnya, platform mereka menawarkan sesuatu yang unik: akses setingkat wholesale untuk investor ritel.
“Filosofi kami sederhana: ketika investor kami tumbuh, kami tumbuh bersama mereka. Kesuksesan mereka adalah kesuksesan kami,”
tutur Samuel, lulusan University of Southern California ini.
Jadi, sementara pasar mungkin lesu, ceritanya bisa sangat berbeda bagi yang punya strategi tepat. Mereka tak sekadar bertahan, tapi justru menemukan momentum untuk melompat lebih jauh.
Artikel Terkait
Danantara Awasi Langkah Demutualisasi BEI, Siap Ambil Posisi?
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax Lebih Murah di Jakarta
Pemerintah Pacu Likuiditas dan Buka Data Pemilik Saham demi Pikat Investor Global
Jeffrey Hendrik Ditunjuk Jadi Plt Dirut BEI Gantikan Iman Rachman