Di sisi lain, bursa punya alasan jelas. Suspensi ini diterapkan sebagai mekanisme cooling down. Intinya, untuk melindungi investor dari gejolak yang terlalu panas. Dengan jeda sejenak, diharapkan pelaku pasar punya waktu lebih untuk berpikir jernih sebelum memutuskan investasi.
Memang, aksi delapan saham itu di hari Rabu terbilang spektakuler. Saham CITY dan KIOS bahkan sampai menyentuh auto reject atas (ARA) setelah masing-masing melonjak 24,86% ke Rp462 dan melesat 34,59% ke Rp214. Saham-saham lain juga tak kalah kuat: KETR naik 22,82%, IRSX menguat hampir 19%, TRON naik 21,93%, GTSI melambung 22,88%, sementara PTDU masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan 9,57%.
Lonjakan-lonjakan tajam inilah yang akhirnya memicu alarm BEI. Sekarang, pasar menunggu. Kapan perdagangan akan dibuka kembali, dan bagaimana kelanjutan cerita dari kedelapan saham ini setelah masa pendinginan usai.
Artikel Terkait
Laba Bersih ABM Investama Anjlok 51% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025