Rabu (10/12) lalu, di Gudang Lion Parcel Hub Halim Perdanakusuma, Jakarta, terlihat para pekerja sibuk melayani pengiriman barang. Aktivitas mereka tampak padat, sebuah gambaran awal dari puncak musim kirim yang sebentar lagi tiba.
Memasuki periode 12.12 dan tutup tahun, lonjakan permintaan jasa pengiriman memang sudah jadi hal biasa. Nah, untuk menghadapinya, Lion Parcel menggenjot kesiapan operasional mereka. Mereka tak mau kecolongan.
Langkah konkretnya? Menambah armada dan merekrut tenaga kerja sementara di sejumlah hub strategis. Tujuannya jelas: agar proses mulai dari sortir, distribusi, sampai paket tiba di tangan penerima bisa berjalan tanpa hambatan. Di sisi lain, koordinasi di level gudang juga diperketat dengan pemantauan yang jauh lebih intensif.
Mohammad Fadli, Chief Operating Officer Lion Parcel, menjelaskan strategi mereka.
“Periode 12.12 dan akhir tahun selalu bikin volume kiriman melonjak tinggi. Kami sudah melakukan "forecasting" berdasarkan data tren sebelumnya, jadi penambahan armada dan tenaga kerja ini sudah kami perhitungkan,” ujarnya.
Lonjakan ini biasanya dipicu beberapa hal. Kampanye belanja 12.12 jadi pemicu utama, ditambah aktivitas UMKM dan seller online yang makin gencar. Belum lagi tradisi kirim hadiah Natal dan Tahun Baru. Menariknya, dalam tiga tahun terakhir, barang-barang seperti fesyen dan suku cadang kendaraan mendominasi kiriman.
Kalau bicara wilayah, Jabodetabek masih juaranya dengan volume tertinggi. Setelah itu, baru menyusul kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, dan Medan.
Selain urusan logistik, Lion Parcel juga memperkuat layanan pelanggan. Kapasitas tim ditingkatkan, sistem teknologinya dibenahi. Harapannya, informasi untuk pelanggan jadi lebih akurat dan responsif ketika mereka bertanya.
Dengan serangkaian persiapan ini, Lion Parcel berharap layanannya tetap stabil dan tepat waktu. Mereka berusaha agar peak season kali ini berjalan mulus, tanpa cerita paket yang molor atau hilang di tengah jalan.
Artikel Terkait
Lahan Industri Menyusut, Deltamas Siapkan 60 Bisnis Baru untuk Perkuat Pendapatan Berulang
Humpuss Maritim Alih Fokus ke Optimalisasi Aset pada 2026 Usai Ekspansi Besar-Besaran
IPCC Bagikan Dividen Sisa Rp157,6 Miliar untuk Tahun Buku 2025
IHSG Melemah 0,28 Persen ke 5.886, Analis Buka Peluang Rebound ke Kisaran 6.065