Rabu (10/12) lalu, di Gudang Lion Parcel Hub Halim Perdanakusuma, Jakarta, terlihat para pekerja sibuk melayani pengiriman barang. Aktivitas mereka tampak padat, sebuah gambaran awal dari puncak musim kirim yang sebentar lagi tiba.
Memasuki periode 12.12 dan tutup tahun, lonjakan permintaan jasa pengiriman memang sudah jadi hal biasa. Nah, untuk menghadapinya, Lion Parcel menggenjot kesiapan operasional mereka. Mereka tak mau kecolongan.
Langkah konkretnya? Menambah armada dan merekrut tenaga kerja sementara di sejumlah hub strategis. Tujuannya jelas: agar proses mulai dari sortir, distribusi, sampai paket tiba di tangan penerima bisa berjalan tanpa hambatan. Di sisi lain, koordinasi di level gudang juga diperketat dengan pemantauan yang jauh lebih intensif.
Mohammad Fadli, Chief Operating Officer Lion Parcel, menjelaskan strategi mereka.
“Periode 12.12 dan akhir tahun selalu bikin volume kiriman melonjak tinggi. Kami sudah melakukan "forecasting" berdasarkan data tren sebelumnya, jadi penambahan armada dan tenaga kerja ini sudah kami perhitungkan,” ujarnya.
Artikel Terkait
300 Perusahaan Batu Bara Belum Ajukan RKAB 2026, ESDM Ungkap Penyebabnya
Rupiah Terengah di Atas Rp16.800, Analis Soroti Peluang di Tengah Badai
OJK Prediksi 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh di Tengah Gejolak Global
Kredit UMKM Tembus Rp1.494 Triliun, Namun OJK Soroti Tren yang Mulai Melambat