Bank Mandiri Pertahankan Gelar Juara Laporan Tahunan, Kinerja Keuangan Kian Moncer

- Rabu, 10 Desember 2025 | 12:24 WIB
Bank Mandiri Pertahankan Gelar Juara Laporan Tahunan, Kinerja Keuangan Kian Moncer

Untuk keempat kalinya berturut-turut, Bank Mandiri berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi di bidang tata kelola. Kali ini, bank dengan logo pita emas itu dinobatkan sebagai Juara 1 Kategori BUMN Go Publik Keuangan dalam Annual Report Award (ARA) 2024. Prestasi ini jelas bukan hal sepele. Di tengah tuntutan Good Corporate Governance yang semakin ketat, konsistensi mereka dalam menjaga kualitas pelaporan publik, transparansi, dan akuntabilitas benar-benar teruji.

Malam itu, Senin (8/12), suasana di Gedung Bursa Efek Indonesia terasa istimewa. Penghargaan tersebut diserahkan dan diterima langsung oleh Direktur Human Capital and Compliance Bank Mandiri, Eka Fitria. Kehadiran Komisaris Utama Kuswiyoto yang menyaksikan momen itu, semakin menegaskan betapa pentingnya pengakuan ini bagi perusahaan.

ARA sendiri bukan sekadar lomba biasa. Ini adalah inisiatif bersama yang melibatkan banyak lembaga kunci mulai dari KNKG, OJK, BEI, hingga Kementerian Keuangan dengan satu tujuan: mendorong praktik tata kelola yang sehat, kredibel, dan informatif. Penilaiannya ketat, mencakup segala hal mulai dari akurasi data, kelengkapan, sampai keterbacaan laporan tahunan bagi para pemangku kepentingan.

Tahun ini, tema yang diusung adalah “Leading with Integrity, Transparency, and Accountability: The Path to a Sustainable Future”. Tema itu seolah menyiratkan bahwa tata kelola yang baik bukanlah tujuan akhir, melainkan jalan utama menuju masa depan yang berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengakui bahwa kemenangan beruntun ini adalah buah dari kerja keras seluruh insan perusahaan.

“Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami dalam menjaga transparansi serta melakukan akselerasi perbaikan proses pelaporan. Tata kelola yang baik merupakan modal utama bagi Bank Mandiri untuk mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan publik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/12).

Menurut Riduan, penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat dan momentum untuk terus berbenah.

“Kami memastikan setiap langkah strategis dan ekspansi bisnis dilakukan secara terukur, selaras dengan prinsip kehati-hatian serta keberlanjutan. Dengan penerapan tata kelola yang baik, Bank Mandiri dapat memberikan nilai tambah yang lebih luas bagi pemangku kepentingan dan perekonomian nasional,” lanjutnya.

Prestasi di bidang tata kelola ini sejalan dengan kinerja fundamental perusahaan yang terlihat solid. Hingga akhir September 2025, penyaluran kredit konsolidasi mereka melesat ke angka Rp 1.764,32 triliun. Pertumbuhannya 11 persen year-on-year, mengalahkan pertumbuhan industri perbankan nasional yang tercatat 7,70 persen. Angka itu menunjukkan peran intermediasi mereka yang masih kuat.

Yang tak kalah penting, pertumbuhan itu berkualitas. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross bank only terjaga di level 1,03 persen, dengan coverage ratio yang mencapai 271 persen. Di sisi neraca, total aset konsolidasi naik 10,3 persen menjadi Rp 2.563 triliun.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13 persen menjadi Rp 1.884 triliun. Komposisi CASA yang mendominasi mencapai 69,3 persen menjadi bukti keberhasilan strategi efisiensi biaya dana sekaligus penguatan likuiditas jangka panjang mereka.

Ke depan, Riduan menegaskan bahwa tata kelola akan tetap menjadi fondasi utama setiap pengambilan keputusan dan pengembangan bisnis. Fokusnya adalah pada transformasi layanan yang adaptif, pemanfaatan teknologi, dan tentu saja, penguatan integritas internal. Semua itu demi satu hal: memastikan pertumbuhan yang sehat, tangguh, dan benar-benar berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar mereka untuk terus memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi nasabah, tetapi juga bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar