Hindari Macet Puncak, Warga Ibu Kota Ramai-ramai Pilih Ancol di Hari Kedua Lebaran

- Minggu, 22 Maret 2026 | 14:55 WIB
Hindari Macet Puncak, Warga Ibu Kota Ramai-ramai Pilih Ancol di Hari Kedua Lebaran

Hari kedua Lebaran, kawasan Ancol di Jakarta Utara ramai didatangi pengunjung. Ternyata, banyak yang sengaja memilih tempat ini sebagai pelarian dari kemacetan parah yang biasanya terjadi di jalur menuju Puncak, Bogor. Selain dekat, biayanya pun dianggap lebih bersahabat.

Seperti yang dilakukan Akmal, warga Tangerang berusia 35 tahun ini. Usai memenuhi kewajiban silaturahmi di hari pertama, ia langsung mengajak tujuh anggota keluarganya berangkat ke Ancol. “Hari pertama kita keliling ke saudara dulu. Nah, hari kedua baru kita liburan,” ujarnya saat ditemui Minggu (22/3/2026).

Anak-anak terlihat antusias. Mereka langsung menikmati suasana pantai, sementara Akmal dan istri menyiapkan tenda yang dibawa dari rumah. Menurutnya, dengan membawa tenda sendiri, mereka bisa lebih leluasa dan nyaman bersantai seharian.

Faktor biaya jelas jadi pertimbangan. “Kalau ke sini paling habis sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Sudah sama makan, tiket masuk, sama bensin,” katanya sambil memperkirakan. Jumlah itu terasa jauh lebih ringan ketimbang harus menginap di villa atau hotel di daerah lain.

Namun begitu, alasan utama sebenarnya adalah untuk menghindari kemacetan. Akmal mengaku sudah bisa membayangkan kepadatan di jalur Puncak. “Kalau ke Puncak sepertinya sudah padat banget,” tuturnya. Daripada terjebak macet berjam-jam dengan anak-anak yang rewel, lebih baik ke tempat yang mudah dijangkau. Lagipula, anak-anaknya memang lebih suka main air dan pasir pantai.

Pemandangan seperti keluarga Akmal ini terlihat di beberapa titik. Tampak jelas, bagi banyak warga ibu kota, liburan setelah Lebaran tak harus jauh-jauh atau mewah. Yang penting bisa kumpul keluarga, bebas stres macet, dan tentunya, tidak menguras kantong.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar