Bekas Tambang Gas di Asri Basin Disulap Jadi Gudang Karbon Terbesar Pertamina

- Selasa, 09 Desember 2025 | 19:18 WIB
Bekas Tambang Gas di Asri Basin Disulap Jadi Gudang Karbon Terbesar Pertamina

Di antara Sumatera dan Jawa, tersembunyi sebuah cekungan migas bernama Asri Basin. Tempat ini, yang dulu ramai dengan aktivitas pengeboran gas, kini sedang disiapkan untuk peran baru yang jauh berbeda. Pertamina, lewat proyek Carbon Capture and Storage (CCS) terbesarnya, berencana mengubah bekas lapangan itu menjadi tempat penyimpanan karbon raksasa.

Kapasitasnya? Sungguh luar biasa. Menurut Yudhi Haryadi, Pjs. SVP Business Development Pertamina, Asri Basin berpotensi menampung emisi karbon hingga 1 gigaton. Angka yang fantastis itu bukan sekadar angan-angan.

"Ini yang paling maju adalah Asri Basin yang terletak di antara Sumatera dan Jawa, dia bisa kapasitas 1 gigaton, sebelumnya adalah lapangan gas," ujar Yudhi.

Ia menambahkan, studi yang lebih mendalam telah dilakukan dengan target operasional di tahun 2030. "Itu kita akan jadikan sebagai S-hub, sebagai hub untuk carbon storage," jelasnya dalam acara Outlook Energy 2026 yang diunggah di kanal YouTube INDEF, Selasa lalu.

Faktanya, status lapangan yang sudah memasuki fase akhir produksi justru jadi keuntungan. Infrastruktur dan data geologis yang ada membuatnya dinilai ideal untuk dikembangkan dengan cepat. Ambisi Pertamina pun tak berhenti di penyimpanan untuk kebutuhan dalam negeri saja.

Di sisi lain, mereka membidik peran yang lebih strategis: menjadi hub regional. Artinya, fasilitas di Asri Basin nantinya tak hanya menampung emisi dari industri dalam negeri, tapi juga berpotensi menerima kiriman karbon dari negara tetangga.

"Sebagai hub itu bisa diisi oleh carbon capture dari beberapa negara potensial yang ada di sebelah kanan yaitu Singapura dan Malaysia serta Jepang dan Korea," papar Yudhi.

Untuk tahap awal, sudah ada kerja sama konkret yang dirintis. Pertamina menggandeng Krakatau Steel, yang berpotensi mengalirkan CO₂ dari pabrik bajanya di Jawa Barat ke Asri Basin. Ini bisa jadi proyek percontohan yang penting.

"Indonesia sendiri nanti bisa dari industri Indonesia yang lakukan carbon capture, yaitu yang saat ini sudah bekerja sama itu dari Krakatau Steel," kata Yudhi.

Namun begitu, Asri Basin bukanlah satu-satunya harapan. Pertamina ternyata menyiapkan beberapa cadangan lokasi lain. Beberapa masih dalam tahap studi, seperti di Jembaran Tiung Biru, East Java Basin, dan Central Sumatera. Sementara itu, kerja sama dengan sejumlah mitra untuk wilayah seperti Iskal dan Sulawesi Basin masih dalam tahap awal.

Rencana besar ini jelas bukan pekerjaan mudah. Tapi, langkah-langkah persiapannya sudah mulai terlihat, perlahan tapi pasti.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar