Nah, terkait penukarannya, BI punya strategi. Mereka bakal membuka layanan di titik-titik yang mudah dijangkau. Bisa di ruang publik seperti mal, atau bahkan di rumah ibadah semisal gereja. Tujuannya jelas: memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan uang pecahan baru.
Yang menarik, tahun ini ada terobosan baru. BI mulai menerapkan metode penukaran uang via QRIS. Cara ini diharapkan bisa memangkas kerumitan.
“Jadi tidak perlu membawa uang tunai. Cukup dengan melakukan scan QRIS nanti bisa ditukarkan dengan uang pecahan baru,” jelas Joko lagi.
Dengan begitu, prosesnya diharapkan lebih cepat dan praktis. Masyarakat tinggal gesan, tukar, dan dapat. Gampang, kan?
Artikel Terkait
Laba Bersih ADMR Anjlok 38% pada 2025 Meski Ekuitas Menguat
IHSG Naik 1,41%, Saham Bank Artha Graha (INPC) Melonjak 32,67%
IHSG Melonjak 1,41% ke 7.440,91 Didorong Aksi Beli Luas
Progres Jalan West Residence IKN Lampaui Target, Capai 65,8 Persen