Nah, di sinilah PADU hadir sebagai jawaban. Program ini berupaya jadi jembatan. Caranya dengan menyediakan pelatihan vokasional yang sesuai dengan kebutuhan, plus ekosistem pendampingan. Tujuannya satu: mempersiapkan lulusan SLB agar lebih siap terjun ke masyarakat dan dunia kerja.
“Pertamina berkomitmen menjadikan PADU sebagai program inklusi berkelanjutan yang memberikan dampak nyata, sekaligus menjawab keresahan SLB terkait masa depan lulusan mereka,” tegas Dody.
Pendapat serupa datang dari T. Muhammad Rum. Sebagai Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, ia menekankan soal keberlanjutan.
“Melalui PADU, kami ingin menciptakan peluang ekonomi yang setara dan memastikan keberlanjutan program inklusi ini,” ungkapnya.
Intinya, program ini bukan proyek sekali jadi. Mereka ingin dampaknya betul-betul terasa dan berlangsung lama, menciptakan perubahan yang riil bagi para penyandang disabilitas di Bitung.
Artikel Terkait
Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Terancam Guncang
WIKA Beton Pacu Pembangunan MRT Jakarta, Realisasi Fase 2A Lampaui Target
Waspada Banjir, PLN Imbau Masyarakat Matikan Listrik Saat Air Mulai Masuk Rumah
ANJT Tutup Tiga Anak Perusahaan, Fokus Kembali ke Bisnis Inti Sawit