Nah, di sinilah PADU hadir sebagai jawaban. Program ini berupaya jadi jembatan. Caranya dengan menyediakan pelatihan vokasional yang sesuai dengan kebutuhan, plus ekosistem pendampingan. Tujuannya satu: mempersiapkan lulusan SLB agar lebih siap terjun ke masyarakat dan dunia kerja.
“Pertamina berkomitmen menjadikan PADU sebagai program inklusi berkelanjutan yang memberikan dampak nyata, sekaligus menjawab keresahan SLB terkait masa depan lulusan mereka,” tegas Dody.
Pendapat serupa datang dari T. Muhammad Rum. Sebagai Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, ia menekankan soal keberlanjutan.
“Melalui PADU, kami ingin menciptakan peluang ekonomi yang setara dan memastikan keberlanjutan program inklusi ini,” ungkapnya.
Intinya, program ini bukan proyek sekali jadi. Mereka ingin dampaknya betul-betul terasa dan berlangsung lama, menciptakan perubahan yang riil bagi para penyandang disabilitas di Bitung.
Artikel Terkait
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri