Deportasi Petinggi An Shaohong Guncang Pasar, Saham LABA, KRYA, dan OLIV Anjlok

- Senin, 08 Desember 2025 | 11:15 WIB
Deportasi Petinggi An Shaohong Guncang Pasar, Saham LABA, KRYA, dan OLIV Anjlok

Pasar saham pagi ini diguncang berita mengejutkan. An Shaohong, nama yang tak asing di sejumlah emiten, dikabarkan telah dideportasi dari Indonesia. Imbasnya langsung terasa: saham tiga perusahaan yang dikaitkan dengannya LABA, KRYA, dan OLIV kompak terjun bebas di awal perdagangan Senin (8/12/2025).

Deretan angka di papan pencatatan BEI memperjelas kepanikan pasar. Saham LABA terpangkas 9,41% ke level Rp183. KRYA tak jauh beda, merosot 7,77% ke Rp190. Yang paling parah, OLIV langsung terjungkal ke auto rejection bawah, terpental 10% ke posisi Rp91 per saham. Semuanya terjadi dalam tempo yang relatif singkat, seiring beredarnya kabar tentang kepergian mendadak petinggi tersebut.

Di tengah gejolak itu, respons dari dua perusahaan pun mengalir. Manajemen LABA mengaku masih berusaha menghubungi An Shaohong, yang menjabat sebagai Direktur Utama mereka. Mereka juga sedang melakukan verifikasi untuk mendapatkan klarifikasi resmi.

“Sampai saat ini, kami belum dapat terhubung dengan Bapak An Shaohong,” begitu bunyi pernyataan resmi mereka, Senin pagi.

Mereka berusaha keras memisahkan urusan perusahaan dari masalah pribadi sang direktur. Apapun persoalan keimigrasian yang melibatkan An Shaohong, kata mereka, itu adalah urusannya sendiri dan tidak ada kaitannya dengan operasional LABA. Perusahaan menegaskan tidak terlibat dalam kasus apapun yang dihadapi An, baik di Indonesia maupun di China.

“Operasional kami berjalan normal, dari tingkat induk sampai anak usaha. Tidak ada gangguan,” tegas manajemen. Semua kewajiban kepada pelanggan dan pemegang saham, dipastikan akan tetap dipenuhi.

Sebagai langkah antisipasi, LABA telah menyiapkan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Jika nanti diperlukan perubahan struktur perusahaan, prosesnya bisa segera dijalankan awal tahun depan.

Di sisi lain, PT Bangun Karya Perkasa Jaya (KRYA) menyuarakan hal serupa. Mereka mengakui bahwa An Shaohong, yang menjadi Komisaris Utama mereka, sedang dalam proses pergantian. Namun, mereka bersikeras bahwa berita deportasi ini sama sekali tidak mempengaruhi kinerja dan kelangsungan bisnis.

“Kami tidak mengetahui detail perkara yang dihadapi beliau. Yang pasti, perusahaan tidak terlibat,” tutur pernyataan KRYA.

Aktivitas usaha, menurut mereka, tetap berjalan seperti biasa. Kewajiban kepada berbagai pihak juga dipastikan tak terganggu. Mereka berjanji akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut melalui keterbukaan informasi jika ada hal penting.

Lalu, bagaimana dengan emiten ketiga? An Shaohong juga tercatat sebagai Komisaris Utama di PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera (OLIV). Namun, berbeda dengan kedua perusahaan lainnya, OLIV masih bungkam. Hingga pukul 10.30 WIB pagi tadi, belum ada satu pun pernyataan resmi yang keluar dari mereka mengenai situasi ini. Keheningan mereka justru menambah ketidakpastian di tengah tekanan jual yang sudah terlanjur deras.

Pada akhirnya, keputusan ada di tangan investor. Semua pernyataan dan penegasan dari manajemen perusahaan kini diuji di pasar. Yang jelas, satu berita tentang seorang petinggi bisa mengobrak-abrik harga saham dalam sekejap.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini