Intinya, Pertamina memilih cara ini demi satu tujuan: memastikan pasokan gas sampai ke daerah-daerah yang benar-benar terisolasi pascabencana. Logistik darat kan masih lumpuh.
Di sisi lain, Simon juga memberi kabar soal perbaikan SPBU. Sebagian besar yang terdampak, kata dia, sudah beres diperbaiki. Antrean panjang yang sempat mengular juga berhasil diurai. Caranya? Dengan menambah jumlah petugas, termasuk melibatkan personel TNI dan Polri.
“Jadi sebagian dari TNI dan Polri juga ikut membantu mengisi BBM bagi rakyat. Dan tentunya yang menjadi fokus saat ini adalah daerah-daerah yang masih terisolir,” tegas Simon.
Selain LPG, upaya pengiriman bahan bakar jenis lain juga sudah dilakukan. Untuk solar alat berat di Aceh Tengah dan Bener Meriah, contohnya, Pertamina menyewa pesawat perintis. Mereka bahkan mendapat bantuan pengangkutan via pesawat Hercules milik TNI untuk volume yang lebih besar.
“Dan atas bantuan TNI kami juga sudah mengirim menggunakan Hercules yang akhirnya bisa volumenya lebih besar. Kami juga sudah koordinasi untuk mengirimkan ke beberapa daerah yang masih terdampak,” pungkasnya.
Jadi, upaya penyaluran logistik energi ke Aceh kini dilakukan lewat dua cara: darat dan udara. Yang terakhir ini, dengan helikopter dan sling load, jadi andalan untuk menjangkau lokasi-lokasi paling terpencil.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi