VKTR Dijebloskan ke Papan Khusus Usai Suspensi Ketiga

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 08:25 WIB
VKTR Dijebloskan ke Papan Khusus Usai Suspensi Ketiga

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas terhadap saham VKTR Teknologi Mobilitas. Mulai Senin depan, tepatnya 8 Desember 2025, saham emiten karoseri bus listrik itu akan ditempatkan di papan pemantauan khusus dan hanya boleh diperdagangkan dengan skema full-call auction (FCA).

Keputusan ini diumumkan langsung oleh BEI pada Sabtu (6/12).

Teuku Fahmi Ariandar, Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, menegaskan waktu berlakunya perubahan tersebut.

"Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 8 Desember 2025," ujarnya.

Langkah bursa ini tak lepas dari pencabutan suspensi yang sebelumnya menjerat saham VKTR. Sahamnya baru saja dibekukan selama tiga hari perdagangan, sejak 3 Desember lalu, dan akan aktif kembali perdagangan biasa pada lusa. Namun begitu, bukan berarti VKTR bebas sepenuhnya. Alih-alih kembali normal, sahamnya justru dialihkan ke papan FCA.

Alasannya? VKTR dinilai memenuhi kriteria tertentu. Aturan main BEI jelas: saham yang kena suspensi lebih dari satu hari karena aktivitas perdagangan yang tidak wajar, berhak dapat 'kamarnya' sendiri di papan khusus. Ini sudah ketentuan baku.

Volatilitas saham VKTR memang luar biasa belakangan ini. Coba lihat grafiknya harganya melonjak lebih dari 80% hanya dalam sebulan. Bahkan, jika dihitung sejak awal tahun 2025, kenaikannya fantastis: sekitar 400% hingga mencapai level Rp650 per saham. Wajar saja bursa waspada.

Ini bukan kali pertama VKTR mendapat perhatian khusus. Catatan menunjukan, ini sudah suspensi ketiga kalinya dalam kurun tiga bulan terakhir. Naik-turunnya harga saham ini benar-benar ekstrem, menggambarkan betapa tingginya volatilitas.

Di sisi lain, sentimen positif ternyata tetap mengalir. Pemicunya adalah realisasi bisnis perseroan. Pada Oktober hingga November 2025, VKTR berhasil menyerahkan 30 unit bus listrik dan 10 truk listrik kepada pelanggan. Kabar baik lainnya, perusahaan yang merupakan bagian dari Bakrie Group juga punya rencana ekspansi. Mereka baru saja mengakuisisi aset di Magelang, Jawa Tengah, senilai Rp100 miliar untuk membangun fasilitas perakitan kendaraan listrik baru.

Jadi, meski pergerakan sahamnya di pasar dinilai 'panas' dan perlu diawasi ketat, fundamental perusahaan justru sedang berusaha dibangun dengan langkah-langkah konkret. Pekan depan, semua mata akan tertuju pada bagaimana saham VKTR bergerak di bawah skema perdagangan yang baru ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar