Wall Street menutup pekan ini dengan catatan hijau, meski kenaikannya tipis saja. Itu terjadi Jumat lalu, di tengah hiruk-pikuk data ekonomi yang baru saja dirilis. Rupanya, data-data itu semakin mengukuhkan spekulasi pasar: The Fed kemungkinan besar akan memotong suku bunga dalam pertemuan Rabu depan.
Memang, situasinya agak unik. Pasar masih berusaha mencerna tumpukan data yang sempat tertunda gara-gara penutupan pemerintahan AS selama 43 hari. Setelah vakum lama, lembaga seperti Departemen Perdagangan akhirnya bisa mengeluarkan laporannya. Investor pun sibuk memantau berbagai indikator, mencoba membaca arah pemulihan ekonomi.
“Para investor jelas menanti pekan depan. Memang akan ada lebih banyak data, tapi fokus utama pasti pada rapat The Fed Rabu nanti. Saat ini, kemungkinan besar mereka akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin,”
kata Michael Sheldon, Wakil Presiden dan Manajer Portofolio di Washington Trust Wealth Management.
Laporan dari Departemen Perdagangan menunjukkan belanja konsumen naik 0,3 persen pada September. Angka ini sesuai ekspektasi pasar. Sebagai catatan, data Agustus sebelumnya direvisi turun menjadi 0,5 persen. Belanja konsumen sendiri punya peran vital, menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS.
Di sisi lain, inflasi inti yang diukur oleh Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) juga naik 0,3 persen untuk bulan yang sama. Secara tahunan, inflasi PCE berada di level 2,8 persen, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan sesuai proyeksi. Data lain yang cukup mengejutkan datang dari Survei Konsumen Universitas Michigan. Sentimen konsumen awal Desember melonjak ke 53,3, mengalahkan perkiraan yang hanya di angka 52.
Nah, dengan semua data ini, ekspektasi pasar terhadap pemotongan suku bunga melonjak drastis. Berdasarkan alat pantau CME FedWatch, peluang pemangkasan 25 basis poin kini mencapai 87,2 persen. Bandingkan dengan dua pekan lalu, di mana ekspektasi itu bahkan belum menyentuh 30 persen. Perubahan sentimen ini muncul setelah sejumlah pejabat The Fed mulai menyuarakan dukungan.
Namun begitu, bagi Sheldon, keputusan suku bunga bukanlah segalanya. Yang tak kalah penting adalah arahan kebijakan ke depannya.
“Pertanyaan berikutnya adalah apa yang mereka sampaikan setelah pertemuan dan apakah ada petunjuk soal kebijakan ke depan,”
tambahnya.
Di akhir sesi perdagangan, indeks-indeks utama bergerak positif. Dow Jones naik 104,05 poin (0,2%) ke level 47.954,99. S&P 500 menguat 13,28 poin (0,2%) menjadi 6.870,40. Sementara Nasdaq Composite bertambah 72,99 poin (0,3%) menuju 23.578,13.
Secara mingguan, kinerja pasar juga cukup solid. S&P 500 naik 0,3 persen, Nasdaq menguat 0,9 persen, dan Dow bertambah 0,5 persen. Ini sekaligus menjadi kenaikan kedua beruntun untuk ketiga indeks tersebut.
Dari sisi korporasi, ada drama menarik. Saham Warner Bros Discovery melesat 6,3 persen. Lonjakan ini dipicu kabar bahwa Netflix sepakat membeli bisnis TV, studio film, dan unit streaming mereka dengan nilai fantastis, USD72 miliar. Tapi anehnya, saham Netflix malah melemah 2,9 persen. Rival dalam tawaran ini, Paramount Skydance, bahkan terpukul lebih dalam dengan penurunan saham hampir 10 persen.
Artikel Terkait
Investor Baru Masuk, Cakra Buana Resources Siap Rights Issue Hingga Rp1,9 Triliun
MNC Life Beri Voucher MAP Gratis untuk Pembeli Pertama Polis Asuransi Kesehatan Elite Selama Mei 2026
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz
IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Koreksi ke Kisaran 6.645-6.838