Harga emas terus melambung, dan situasi ini tentu bikin para pengusaha perhiasan pusing. Gimana nggak? Bahan baku utama mereka tiba-tiba jadi barang mewah. Menanggapi hal ini, Kementerian Perindustrian akhirnya angkat bicara.
Menurut Reni Yanita, Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin, para pelaku usaha sebenarnya sudah punya siasat. Tujuannya satu: biar perhiasan emas tetap laku, meski harga logam mulianya gila-gilaan.
"Itu sebagai salah satu strategi untuk tetap berproduksi, tetap konsumen juga bisa beli di tengah harga bahan baku yang naik ini," jelas Reni dalam sebuah konferensi pers di kantornya, Kamis (29/1).
Lalu, strategi seperti apa yang dimaksud? Salah satunya adalah dengan menurunkan kadar emas. Dulu, perhiasan 20 karat ke atas itu biasa. Sekarang? Yang 17 atau 15 karat mulai banyak bermunculan. Dengan cara ini, harganya jadi lebih terjangkau buat masyarakat.
Reni mengakui, dampak kenaikan harga emas ke produk hilir seperti perhiasan itu niscaya. Ongkos produksi ikut naik, belum lagi biaya pengrajin dan lainnya. Makanya, pengusaha harus kreatif.
Menurutnya, tren kenaikan ini sudah terasa sejak pertengahan 2025. Jadi, sebenarnya mereka sudah bersiap-siap.
"Mungkin sudah dari setengah tahun yang lalu," ujarnya. "Dengan fenomena yang tadinya hanya harga Rp 900 ribuan (per gram) menjadi naik-naik pelan-pelan."
Di sisi lain, strateginya nggak cuma soal karat. Para pengusaha juga berinovasi lewat model. Perhiasan dibuat lebih beragam, dengan variasi warna seperti emas putih dan kuning, supaya tetap menarik di mata konsumen.
"Untuk perhiasan, kan, dengan adanya model, dengan adanya strategi itu tadi. Dari warnanya kah, dari ada yang putih, emas putih, emas kuning. Ini menarik konsumen kita untuk terus belanja di tengah situasi harga emas yang naik," tutur Reni.
Dengan langkah-langkah tersebut, ia optimis industri perhiasan dalam negeri masih akan bertahan dengan baik. Selama daya beli dan minat masyarakat ada, roda usaha akan terus berputar.
Bagaimana dengan angka pastinya? Pada Kamis pagi tadi, tepatnya pukul 9.50 WIB, harga emas Antam tercatat melonjak tajam. Angkanya naik Rp 165.000, sehingga menyentuh level Rp 3.168.000 per gram. Sungguh sebuah kenaikan yang cukup mencengangkan.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020