"Mungkin sudah dari setengah tahun yang lalu," ujarnya. "Dengan fenomena yang tadinya hanya harga Rp 900 ribuan (per gram) menjadi naik-naik pelan-pelan."
Di sisi lain, strateginya nggak cuma soal karat. Para pengusaha juga berinovasi lewat model. Perhiasan dibuat lebih beragam, dengan variasi warna seperti emas putih dan kuning, supaya tetap menarik di mata konsumen.
"Untuk perhiasan, kan, dengan adanya model, dengan adanya strategi itu tadi. Dari warnanya kah, dari ada yang putih, emas putih, emas kuning. Ini menarik konsumen kita untuk terus belanja di tengah situasi harga emas yang naik," tutur Reni.
Dengan langkah-langkah tersebut, ia optimis industri perhiasan dalam negeri masih akan bertahan dengan baik. Selama daya beli dan minat masyarakat ada, roda usaha akan terus berputar.
Bagaimana dengan angka pastinya? Pada Kamis pagi tadi, tepatnya pukul 9.50 WIB, harga emas Antam tercatat melonjak tajam. Angkanya naik Rp 165.000, sehingga menyentuh level Rp 3.168.000 per gram. Sungguh sebuah kenaikan yang cukup mencengangkan.
Artikel Terkait
Mari Pangestu Tegaskan: Ekonomi Hijau Bukan Beban, Melainkan Strategi Pertumbuhan
BI Kencangkan Strategi Cadangan Devisa Hadapi Gejolak Global
ESDM Buka Suara Soal Alih Kelola Tambang Martabe ke BUMN
Analis Soroti Pelayaran: Saham Ini Jadi Incaran di Tengah IHSG Berguncang