Medan yang berat tak menyurutkan langkah tim PLN. Di Aceh Tamiang, prioritas utama mereka jelas: segera nyalakan listrik di titik-titik vital pascabencana. Upaya itu mulai membuahkan hasil. Kamis lalu (4/12), RSUD Muda Sedia yang jadi pusat layanan kesehatan korban akhirnya kembali terang benderang. Listrik itu datang dari sebuah genset berkapasitas besar yang didatangkan khusus dari Langsa.
Bayangkan saja perjalanan yang harus ditempuh petugas. Mereka membawa genset 66.000 Watt plus lampu-lampu darurat, menembus jalur darat yang nyaris tak bisa dilewati. Lumpur, tanah amblas, ruas jalan yang putus semua dihadangi demi menjangkau fasilitas kesehatan dan posko pengungsian yang sangat membutuhkan.
Direktur Utama RSUD Muda Sedia, Andika Putra, tak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya. Respons cepat PLN di tengah situasi kacau itu sangat berarti.
Pernyataan Andika sejalan dengan penegasan dari pimpinan PLN. Darmawan Prasodjo, Dirut PLN, menyebut listrik dalam situasi darurat adalah penopang utama layanan publik yang tak boleh padam.
Artikel Terkait
Harga CPO Melonjak 8% dalam Seminggu, Terbesar Sejak November 2024
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan