Jakarta - Ambisi pemerintah untuk mendongkrak produksi kopi nasional semakin jelas. Kementerian Pertanian (Kementan) punya target cukup besar: menambah luasan kebun kopi hingga mendekati 100 ribu hektare dalam kurun 2025-2026. Angka pastinya, 99.500 hektare.
Rencana ekspansi ini tak lepas dari dukungan anggaran. Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat, membeberkan bahwa program ini akan menggunakan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) senilai Rp 1,315 triliun.
"Ini (ABT) Rp 1,315 triliun. Tahun 2025 sudah kita gunakan Rp 289 miliar, dan tahun 2026 nanti Rp 1,025 triliun. Targetnya 99.500 hektare untuk 2025–2026,"
kata dia dalam sebuah kesempatan di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa lalu. Saat itu, Kementan tengah menandatangani MoU Program TEKAD dengan Starbucks Coffee Company.
Namun begitu, perluasan lahan saja tidak cukup. Abdul Roni menekankan bahwa upaya ini juga akan dibarengi dengan program edukasi bagi para petani. Tujuannya jelas, agar ekstensifikasi lahan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas.
Menurutnya, persiapan sudah dimulai. Kementan telah melakukan pemetaan lahan potensial yang tersebar dari ujung barat sampai timur Indonesia. "Hampir semua provinsi," ujarnya. Rencananya, di kawasan-kawasan ini nanti akan dibangun sistem terpadu yang mencakup kebun, perkebunan, dan pabrik pengolahan. Atau seperti yang dia sebutkan dengan sedikit campur bahasa Inggris, "field, plantation, and factory."
Artikel Terkait
Saham AS Beragam di Tengah Upaya Redam Ketegangan Iran dan Janji Trump
Pasar Saham AS Campur Aduk di Tengah Kontak Rahasia Iran dan Gejolak Minyak
Saham AS Bergerak Terbatas di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Isyarat Diplomasi
Wall Street Dibuka Campur Aduk, Dihantui Ketegangan Iran dan Harga Minyak