“Emas kini memasuki fase bull market multi-tahun,”
kata Daan Struyven, Co-Head Global Commodities Research Goldman Sachs.
Dia memprediksi harga emas bisa mencapai USD 4.900 pada akhir 2026, didongkrak oleh pola pembelian yang konsisten dari bank sentral.
“Kami melihat tren diversifikasi cadangan ke emas akan terus berlanjut,” tambahnya.
Suara positif tak cuma datang dari Goldman Sachs. Raksasa keuangan Wall Street lainnya, JPMorgan Chase, bahkan lebih optimistis. Mereka memperkirakan emas bisa menembus USD 5.055 pada kuartal IV-2026. Sementara itu, Morgan Stanley memproyeksikan harga akan berada di kisaran USD 4.400 pada akhir 2025. Semua mata kini tertuju pada logam kuning ini.
Artikel Terkait
KB Bank Pacu Ekspansi Petro Oxo Nusantara dengan Kredit Sindikasi Rp 1,5 Triliun
BELL Melonjak 34%, Siapa Dalang di Balik Emiten Tekstil Lawas Ini?
Konsumsi Masyarakat Menguat, Inflasi Tetap Terjaga Jelang Pergantian Tahun
Utang Luar Negeri RI Menyusut, BI: Setiap Dolar Harus Bekerja untuk Pembangunan