“Emas kini memasuki fase bull market multi-tahun,”
kata Daan Struyven, Co-Head Global Commodities Research Goldman Sachs.
Dia memprediksi harga emas bisa mencapai USD 4.900 pada akhir 2026, didongkrak oleh pola pembelian yang konsisten dari bank sentral.
“Kami melihat tren diversifikasi cadangan ke emas akan terus berlanjut,” tambahnya.
Suara positif tak cuma datang dari Goldman Sachs. Raksasa keuangan Wall Street lainnya, JPMorgan Chase, bahkan lebih optimistis. Mereka memperkirakan emas bisa menembus USD 5.055 pada kuartal IV-2026. Sementara itu, Morgan Stanley memproyeksikan harga akan berada di kisaran USD 4.400 pada akhir 2025. Semua mata kini tertuju pada logam kuning ini.
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret