Dengan kondisi seperti ini, JPMorgan memperkirakan harga Brent akan mulai tertekan di bawah level USD60 pada tahun 2026 mendatang. Bahkan, pada kuartal akhir 2026, harga diproyeksikan sudah berada di kisaran USD50-an.
Namun begitu, tahun 2027 dipandang sebagai periode yang lebih suram.
Jadi, bersiaplah. Jika prediksi ini akurat, pasar energi global akan menghadapi era harga minyak yang sangat murah dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%
Rupiah Menguat ke Rp16.759 Didorong Harap Perundingan AS-Iran
Saham Jantra Grupo (KAQI) Melonjak 21,9%, Jadi Top Gainer Bursa
Dirut BRI Sinyalkan Dividen 2025 Lebih Besar Didukung CAR yang Kuat