Dampaknya langsung terasa. Beban bunga APLN di kuartal III-2025 anjlok hampir 38 persen, menjadi Rp311,37 miliar. Bandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang masih mencapai Rp502,55 miliar.
Di sisi lain, perusahaan mengaku terus menjalankan strategi yang adaptif dan mendorong efisiensi di berbagai lini. Berbagai langkah diambil agar penjualan properti tetap bisa tumbuh di tengah ekonomi yang lesu dan daya beli masyarakat yang cenderung melemah.
“Meski pasar properti nasional sedang tertekan, kinerja APLN tetap solid. Minat konsumen terhadap produk hunian kami masih terjaga. Bisnis mall dan hotel juga terus memberikan kontribusi pendapatan berulang yang positif,”
tandas Justini.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut
Beras untuk Rakyat 2026 Dijamin Aman, Stok Bulog Capai 3,2 Juta Ton
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam