Emas Melonjak 1,2%, Pasar Yakin The Fed Akan Turunkan Suku Bunga Desember

- Selasa, 25 November 2025 | 08:42 WIB
Emas Melonjak 1,2%, Pasar Yakin The Fed Akan Turunkan Suku Bunga Desember

Harga emas dunia melonjak lebih dari satu persen, didorong oleh sentimen pasar yang semakin yakin The Fed bakal memangkas suku bunga bulan depan. Data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini juga jadi sorotan, karena bisa memberikan petunjuk lebih lanjut soal arah kebijakan moneter mereka.

Pada pukul 01.43 waktu AS, harga spot emas tercatat naik 1,2 persen ke level USD 4.111,86 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup sedikit lebih tinggi, menguat 0,4 persen di posisi USD 4.094,2 per ounce.

Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities, menyoroti keyakinan pasar ini.

“Pasar semakin yakin bahwa The Fed berada di jalur untuk memangkas suku bunga pada Desember,” ujarnya.

Pernyataan Presiden Fed New York, John Williams, Jumat lalu, semakin menguatkan ekspektasi itu. Williams bilang, suku bunga AS bisa turun “dalam waktu dekat” tanpa mengorbankan target inflasi, sekaligus menjaga pasar tenaga kerja tetap stabil. Alat CME FedWatch pada Senin menunjukkan harapan pemangkasan suku bunga bulan depan sudah mencapai 79 persen.

Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, memang cenderung bersinar di lingkungan suku bunga rendah. Ditambah lagi dengan kondisi geopolitik dan ekonomi yang masih labil, logam mulia ini makin menarik.

“Kami menunggu data, dan ekspektasinya data tersebut mungkin sedikit lebih lemah. Inflasi kemungkinan tidak terlalu tinggi dan semua itu mengarah pada kinerja emas yang cukup baik,” tambah Melek lagi.

Nah, investor pun sedang menanti-nanti sejumlah data ekonomi kunci yang sempat tertunda karena penutupan pemerintahan. Data penjualan ritel AS, klaim tunjangan pengangguran, dan angka harga produsen dijadwalkan rilis akhir pekan ini. Semuanya bakal jadi bahan pertimbangan penting.

Di sisi lain, dinamika geopolitik juga berperan. Amerika Serikat dan Ukraina dikabarkan kembali melanjutkan pembicaraan pada Senin untuk merancang rencana guna mengakhiri perang Rusia di Ukraina. Pembicaraan ini berlangsung setelah kedua belah pihak menyepakati revisi proposal AS sebelumnya yang dianggap terlalu menguntungkan Moskow.

Rhona O’Connell, analis di StoneX, punya pandangannya sendiri. Dalam sebuah catatan, ia menyebut bahwa dengan fokus pada debat kebijakan The Fed dan situasi geopolitik seperti di Ukraina, emas masih punya ruang untuk menguat.

“Namun menurut pandangan kami, harganya tetap berada dalam kisaran antara USD 4.000-4.100,” katanya.

Logam mulia lainnya juga ikut merasakan dampaknya. Harga spot perak melompat 1,7 persen ke USD 50,84 per ounce. Platinum tak ketinggalan, naik 2,3 persen menjadi USD 1.545,91. Palladium juga menguat 1,7 persen, berada di level USD 1.398,21.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar