OJK sendiri menilai masih ada ruang bagi bunga kredit untuk turun lagi. Apalagi jika prediksi penurunan suku bunga global benar-benar terjadi pada kuartal IV 2025. "Umumnya, penurunan BI Rate cenderung diikuti dengan penurunan suku bunga kredit meskipun dengan jeda waktu tertentu seiring proses transmisi kebijakan moneter," ujar Dian.
Namun begitu, ruang penurunan ini tetap bergantung pada strategi masing-masing bank. Faktor seperti struktur biaya pendanaan (cost of fund) dan kemampuan bank dalam meningkatkan porsi dana murah juga akan sangat mempengaruhi.
Selain soal suku bunga, OJK juga menekankan pentingnya transparansi kepada konsumen. Bank diminta untuk terbuka mengenai struktur biaya dan risiko produk. Tujuannya jelas: agar nasabah bisa mengambil keputusan finansial yang tepat dan berdasarkan informasi yang memadai.
"Bank diharapkan menjaga keterbukaan dalam komunikasi produk, termasuk struktur biaya dan risiko, guna memastikan nasabah dapat mengambil keputusan finansial secara bijak dan berdasarkan informasi yang memadai," pungkas Dian.
Artikel Terkait
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan
Harga Emas Antam Naik Rp35.000 per Gram, Tembus Rp3 Jutaan