OJK sendiri menilai masih ada ruang bagi bunga kredit untuk turun lagi. Apalagi jika prediksi penurunan suku bunga global benar-benar terjadi pada kuartal IV 2025. "Umumnya, penurunan BI Rate cenderung diikuti dengan penurunan suku bunga kredit meskipun dengan jeda waktu tertentu seiring proses transmisi kebijakan moneter," ujar Dian.
Namun begitu, ruang penurunan ini tetap bergantung pada strategi masing-masing bank. Faktor seperti struktur biaya pendanaan (cost of fund) dan kemampuan bank dalam meningkatkan porsi dana murah juga akan sangat mempengaruhi.
Selain soal suku bunga, OJK juga menekankan pentingnya transparansi kepada konsumen. Bank diminta untuk terbuka mengenai struktur biaya dan risiko produk. Tujuannya jelas: agar nasabah bisa mengambil keputusan finansial yang tepat dan berdasarkan informasi yang memadai.
"Bank diharapkan menjaga keterbukaan dalam komunikasi produk, termasuk struktur biaya dan risiko, guna memastikan nasabah dapat mengambil keputusan finansial secara bijak dan berdasarkan informasi yang memadai," pungkas Dian.
Artikel Terkait
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut
Beras untuk Rakyat 2026 Dijamin Aman, Stok Bulog Capai 3,2 Juta Ton
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam