KAI Logistik Siap Serap 4,7 Juta Ton Muatan Truk Jelang Aturan ODOL 2027

- Kamis, 20 November 2025 | 08:36 WIB
KAI Logistik Siap Serap 4,7 Juta Ton Muatan Truk Jelang Aturan ODOL 2027
Aturan ODOL 2027: KAI Logistik Siap Tampung 4,7 Juta Ton Muatan

Pemerintah punya target baru: aturan Over Dimension Over Load (ODOL) bakal mulai berlaku pada 2027. Aturannya sendiri saat ini masih dalam tahap persiapan. Menyambut hal ini, KAI Logistik anak usaha PT KAI mengaku siap menampung perpindahan muatan dari truk ke kereta api. Mereka memperkirakan ada sekitar 4,7 juta ton barang yang akan beralih moda.

Fredi Firmansyah, Direktur Utama KAI Logistik, menjelaskan lebih lanjut. "Regulasi ODOL ini diprediksi bisa memicu peralihan sekitar 4,7 juta ton pengiriman dari truk ke kereta," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (20/11). "Potensinya cukup besar, bisa mendongkrak market share kereta api sekitar 1,33 persen."

Nah, yang jadi kunci di sini adalah kesiapan kereta api sendiri. Menurut Fredi, peran kereta api sangat vital untuk menjaga distribusi nasional tetap lancar setelah aturan ODOL diterapkan. Kereta api punya keunggulan ekonomis yang menonjol, terutama untuk rute jarak menengah hingga panjang, sekitar 750–1.500 km. Alasannya? Biaya operasional per kilometer lebih rendah ketimbang truk. Selain itu, kereta juga menawarkan jaminan keamanan, ketepatan jadwal, dan tentu saja kapasitas angkut yang besar.

“Dengan satu rangkaian kereta saja, kita bisa mengangkut muatan setara 60 truk sekitar 1.080 ton. Ini jelas memberikan nilai ekonomis yang signifikan bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang pengiriman skala besar,” tambah Fredi. Hal ini membuat kereta api semakin relevan di tenging tingginya tuntutan industri terhadap ketepatan waktu dan konsistensi layanan.

Dari sisi lingkungan, kereta api juga unggul. Moda ini disebut mampu mengurangi emisi hingga 70% dibandingkan dengan angkutan darat lainnya. Kontribusi ini sejalan dengan kebijakan nasional dan komitmen global di bidang keberlanjutan.

Di sisi lain, dari segi konektivitas, KAI Logistik sudah memiliki sejumlah titik yang berdekatan dengan pelabuhan utama. Sebut saja Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Mas di Semarang, dan Tanjung Perak di Surabaya. Konektivitas semacam ini memperkuat integrasi layanan multimoda menggabungkan kereta, truk, dan kapal laut sehingga memberi fleksibilitas lebih bagi pelanggan dalam mengatur rantai pasok mereka.

Fredi juga menekankan bahwa layanan logistik berbasis kereta api punya karakteristik khusus yang tak dimiliki moda lain. Mulai dari jadwal yang teratur dan tepat waktu, efisiensi energi dan biaya untuk jarak tertentu, standar keselamatan tinggi, hingga sistem pelacakan 24 jam dan perlindungan asuransi untuk setiap kiriman. Kombinasi antara aspek operasional, lingkungan, dan keamanan inilah yang membuat kereta api tetap relevan menjawab tantangan logistik modern.

“Dengan semua kelebihan tadi, kereta api adalah moda masa depan untuk membangun jaringan distribusi nasional yang efisien, terintegrasi, dan tentu saja ramah lingkungan,” pungkas Fredi. “KAI Logistik berkomitmen memperkuat peran ini lewat inovasi dan kolaborasi di sepanjang rantai pasok.”

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar