Nasib para buruh yang terpaksa menginap di Stasiun Cikarang usai ketinggalan kereta terakhir mendorong Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membuka opsi perpanjangan operasional KRL Jabodetabek menjadi 24 jam. Dudy menegaskan, wacana tersebut memerlukan kajian mendalam bersama PT KAI dan KAI Commuter, dengan mempertimbangkan aspek biaya operasional dan kelayakan teknis.
"Saya akan berkoordinasi dengan Kereta Api Indonesia. Kami harus menanyakan perhitungan biayanya. Apakah dengan mengaktifkan kereta 24 jam cost-nya memungkinkan atau ada solusi lain," ujar Dudy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/11).
Di sisi lain, Kementerian Keuangan mengumumkan penambahan penempatan dana pemerintah di sektor perbankan senilai Rp 76 triliun per 10 November 2025. Alokasi dana tersebut disalurkan ke Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing sebesar Rp 25 triliun, serta Bank Jakarta Rp 1 triliun.
Febrio Nathan Kacaribu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, menyatakan penempatan dana itu diberikan dengan suku bunga 3,8 persen. Langkah ini diharapkan dapat mendorong percepatan penyaluran kredit kepada sektor riil.
Artikel Terkait
SpaceX Catat IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Kumpulkan Dana Rp1.342 Triliun
IHSG Dibuka Melonjak 1,26 Persen ke Level 5.960, 380 Saham Hijau
IHSG Melonjak 1,26 Persen di Awal Perdagangan, Ditopang Penguatan Hampir Semua Sektor
Kenaikan Suku Bunga Acuan BI Pulihkan Kepercayaan Investor, Aliran Modal Asing Kembali Mengalir