24 SMP Swasta di Kota Serang Gratiskan SPP, Pemerintah Beri Bantuan Operasional Berdasarkan Jumlah Murid

- Jumat, 12 Juni 2026 | 13:00 WIB
24 SMP Swasta di Kota Serang Gratiskan SPP, Pemerintah Beri Bantuan Operasional Berdasarkan Jumlah Murid

Sebanyak 24 sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Kota Serang resmi menggratiskan biaya pendidikan atau SPP bagi para siswanya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Serang untuk memperluas akses pendidikan menengah di tengah keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) kepada 24 sekolah tersebut. “Kita akan memberikan Bosda untuk sekolah-sekolah, sekitar 24 sekolah yang menggratiskan biaya,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Awalnya, pemerintah kota berencana mengucurkan dana sebesar Rp50 juta per sekolah secara merata. Namun, skema tersebut kemudian diubah demi menciptakan keadilan antarlembaga pendidikan. “Bosda akan diberikan berdasarkan jumlah murid. Awalnya diberikan Rp50 juta per sekolah. Jadi, karena ada perbedaan jumlah rombel, nanti biar adil,” kata Nuri menjelaskan perubahan kebijakan tersebut.

Menurut Nuri, 24 SMP swasta itu sebelumnya telah menggratiskan biaya sekolah karena memperoleh bantuan operasional dari pemerintah pusat. Kini, Pemerintah Kota Serang ikut memberikan tambahan dana operasional. “Dia sudah gratis sebelumnya, tak menarik biaya. Tapi ini tambahan untuk operasional agar bisa melaksanakan layanan sekolah dengan baik,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan ini, sekolah-sekolah tersebut tidak diperkenankan lagi memungut biaya apa pun dari siswa. Sebagai bentuk komitmen, setiap sekolah telah menandatangani fakta integritas. “Nggak boleh, dia buat fakta integritas bahwa ketika masuk sistem online dia tidak boleh menarik uang SPP atau bulanan kepada masyarakat,” tegas Nuri.

Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh ketimpangan antara jumlah lulusan SD dan daya tampung SMP negeri di Kota Serang. Nuri menyebutkan, setiap tahun terdapat sekitar 13 ribu siswa lulusan SD, sementara SMP negeri hanya mampu menampung 8.559 siswa. “Siswa yang belum tertampung bisa masuk ke 24 SMP yang gratis maupun 10 SMP yang berbayar,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Serang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni hingga 3 Juli. Pemerintah berharap kebijakan penggratisan biaya di sekolah swasta dapat menjadi solusi bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tanpa membebani orang tua.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar