Wall Street Ditutup Melemah, Investor Fokus pada Laporan Nvidia dan Data Ketenagakerjaan
Indeks saham utama Amerika Serikat mengalami penurunan pada perdagangan Senin. Pelemahan ini terutama didorong oleh sikap hati-hati investor yang menanti rilis laporan keuangan dari raksasa chip, Nvidia, serta sejumlah retailer besar. Data ketenagakerjaan AS yang tertunda juga menjadi fokus pasar pekan ini.
Rincian Penurunan Indeks Saham AS
Berikut adalah ringkasan performa indeks saham Wall Street:
- Dow Jones Industrial Average: Anjlok 557,24 poin (1,18%) ke level 46.590,24.
- S&P 500: Turun 61,70 poin (0,92%) ke posisi 6.672,41.
- Nasdaq Composite: Melemah 192,51 poin (0,84%) ke level 22.708,08.
Peristiwa ini juga menandai pertama kalinya sejak 30 April, indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup di bawah rata-rata pergerakan 50-hari mereka, sebuah sinyal teknis yang dicermati oleh trader.
Faktor Penekan Pasar Saham
Beberapa faktor kunci yang membebani sentimen investor adalah:
1. Antisipasi Laporan Keuangan Perusahaan
Pasar menanti hasil kuartalan dari retailer ternama seperti Walmart, Home Depot, dan Target. Laporan-laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kesehatan konsumen AS. Namun, ketegangan tertinggi terpusat pada Nvidia, yang dijadikan barometer untuk perdagangan saham sektor kecerdasan buatan. Nvidia dijadwalkan merilis laporannya pada Rabu, dan sahamnya telah turun 1,9% lebih dulu, memberatkan indeks Nasdaq dan S&P 500.
2. Menunggu Data Makroekonomi
Laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan September yang tertunda akibat government shutdown akhirnya akan dirilis pada Kamis. Data ini sangat krusial untuk mengukur arah kebijakan The Fed.
3. Tekanan pada Sektor Teknologi
Selain Nvidia, saham teknologi lain juga tertekan. Dell Technologies dan Hewlett Packard Enterprise (HPE) masing-masing anjlok 8,4% dan 7% setelah peringkat saham mereka diturunkan oleh Morgan Stanley.
Pergerakan Saham Lainnya
Di tengah tekanan pasar, terdapat sedikit cahaya. Saham Alphabet, induk perusahaan Google, justru menguat 3,1%. Penguatan ini dipicu pengungkapan Berkshire Hathaway yang melakukan akuisisi saham Alphabet senilai USD 4,3 miliar. Sebaliknya, Berkshire dilaporkan kembali mengurangi kepemilikan saham Apple, yang harganya turun 1,8%.
Sentimen Pasar Secara Keseluruhan
Sentimen pasar secara keseluruhan tercatat negatif. Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang turun jauh melampaui saham yang naik dengan rasio 4,03 banding 1. Sementara di Nasdaq, rasio penurunan terhadap kenaikan mencapai 3,06 banding 1, dengan 3.577 saham tercatat melemah.
Artikel Terkait
IIF Jamin Sukuk Hijau Arkora Hydro Rp645 Miliar, Perkuat Pembiayaan Energi Terbarukan
Rupiah Terus Melemah ke Rp17.744 per Dolar AS, Dipicu Ketidakpastian Geopolitik dan Sinyal Hawkish The Fed
IHSG Ditutup Hijau di Awal Pekan, Ditopang Lonjakan Saham GRIA dan LAJU
IHSG Ditutup Menguat 0,72 Persen ke 6.206,35 pada Perdagangan Perdana Pekan Ini