Industri Keramik Nasional Tunjukkan Pemulihan Signifikan di 2025
Industri keramik nasional kembali menunjukkan tren pemulihan yang kuat sepanjang tahun 2025. Kebijakan pemerintah seperti Antidumping, Safeguard, dan penerapan Standar Nasional Indonesia atau SNI Wajib terbukti memberikan dorongan besar bagi kebangkitan sektor industri keramik dalam negeri.
Kebijakan Pemerintah Hasilkan Multiplier Effect Positif
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, mengungkapkan bahwa tiga kebijakan pro-industri tersebut menciptakan efek pengganda yang sangat positif bagi para pelaku usaha.
"Tercatat ada tambahan kapasitas produksi baru hingga 25 juta meter persegi pada tahun ini, yang sekaligus berhasil menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja baru," jelas Edy dalam keterangannya.
Substitusi Impor dan Kolaborasi Melalui Skema OEM
Dampak lanjutan dari peningkatan kapasitas produksi ini adalah kemampuan industri nasional untuk sepenuhnya menggantikan keramik impor, yang sebelumnya mencapai 80 juta meter persegi per tahun.
Kabarnya, para importir kini beralih menjalin sinergi dengan produsen lokal melalui skema Original Equipment Manufacturing atau OEM. Konsep ini memungkinkan importir tidak perlu lagi mendatangkan produk langsung dari luar negeri, melainkan bekerja sama dengan pabrikan dalam negeri untuk memproduksi keramik dengan merek mereka.
"Mayoritas importir besar yang kredibel telah menandatangani kontrak OEM dengan industri keramik nasional. Mereka mengaku lebih puas dengan hasilnya dibandingkan melakukan impor mandiri," tambah Edy.
Kelebihan Industri Keramik Lokal yang Menarik Minat
Industri keramik nasional menawarkan sejumlah keunggulan yang membuat model kolaborasi OEM semakin diminati, di antaranya:
- Kepastian suplai dan ketepatan waktu pengiriman tanpa risiko keterlambatan logistik internasional.
- Harga yang lebih stabil karena tidak terpengaruh fluktuasi nilai tukar valuta asing.
- Adanya layanan purna jual dan garansi kualitas yang tidak bisa didapatkan dari impor langsung.
Keunggulan-keunggulan ini membuat ekosistem industri keramik nasional semakin kompetitif dan memperkuat program substitusi impor di sektor penunjang pembangunan dan properti.
Proyeksi Masa Depan Industri Keramik Nasional
Asaki menilai keberhasilan ini menunjukkan efektivitas sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pelaku pasar. Dengan permintaan keramik nasional yang terus meningkat dan kemampuan produksi dalam negeri yang semakin tangguh, sektor keramik diproyeksikan akan menjadi salah satu penggerak utama industri manufaktur nasional pada tahun 2026.
Artikel Terkait
Pasar Saham AS Lesu Usai Libur, Investor Awasi Data Ekonomi
Bukalapak Simpan Rp 4,3 Triliun Dana IPO di Deposito dan Obligasi Negara
Bea Cukai Banten Resmikan NICE PIK 2 Sebagai Tempat Pameran Berikat
DSSA Rencanakan Stock Split 1:25 untuk Turunkan Harga Saham