Glenny memperkirakan proses pemulihan penuh maskapai ini membutuhkan waktu sekitar dua tahun sebelum akhirnya Garuda Indonesia dapat kembali mencetak laba.
Thomas Sugiarto Oentoro, Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, menambahkan bahwa semua rencana ekspansi sedang dalam proses kalkulasi ulang. Kehadiran posisi baru, Direktur Transformasi yang dijabat Neil Raymond Mills, membuat evaluasi terhadap armada dan jaringan rute dilakukan dengan lebih ketat dan komprehensif.
Thomas menekankan bahwa penambahan armada baru tidak sepenuhnya dibatalkan, melainkan ditunda sambil menunggu finalisasi analisis yang sedang berjalan. Keputusan ini mencerminkan pendekatan kehati-hatian manajemen dalam merestrukturisasi perusahaan.
Artikel Terkait
Analis Proyeksikan Harga CPO Naik Didorong Kebijakan B50 Mulai 2026
IHSG Melonjak 3,39%, Analis Ingatkan Potensi Koreksi Masih Mengintai
Wall Street Melonjak Signifikan Usai AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata
BI Sebut Ruang Turunkan Suku Bunga Makin Sempit Imbas Gejolak Global