Malam pergantian tahun biasanya diisi dengan pesta kembang api dan sorak-sorai. Tapi Presiden Prabowo Subianto memilih tempat yang sama sekali berbeda: sebuah lokasi pengungsian di Desa Batu Hula, Batang Toru. Di sana, bersama korban bencana, ia menyambut Tahun Baru 2026.
Alasannya sederhana, tapi mendasar. Menurut Prabowo, seorang pemimpin yang dipilih rakyat sudah seharusnya berpihak pada mereka. Terutama ketika sebagian dari rakyatnya sedang berjuang menghadapi keadaan sulit.
"Kami dipilih oleh rakyat untuk bekerja untuk rakyat," ujarnya, Rabu malam (31/12) lalu.
"Karena itulah, saya memutuskan di momen pergantian tahun ini harus bersama rakyat kita yang dalam kesulitan."
Di sisi lain, Prabowo tampak mengapresiasi perkembangan penanganan bencana di Sumatera. Sudah sebulan upaya itu berjalan, dan ada kemajuan yang bisa disyukuri.
"Saya bersyukur dalam 1 bulan ini walaupun masih banyak tantangan tapi cukup banyak kemajuan dan keberhasilan," katanya.
Ia lantas merinci salah satu capaiannya. "Kita tadi dilaporkan bahwa di Tapanuli Selatan ini sudah tidak ada lagi desa yang terputus, yang terisolasi. Begitu juga di seluruh Sumatera Utara, sebagian besar sudah mengalami perbaikan."
Meski bersyukur, Prabowo tak menutup mata. Dia mengakui dengan jujur bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi. Pekerjaan rumah itu, tampaknya, ikut dibawanya memasuki tahun yang baru.
Artikel Terkait
Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Bayi Laki-Laki Bernama Zac
Tokoh Sepuh NU Kiai Manarul Hidayat Restui Gus Hery Maju Calon Ketua Umum PBNU
Menteri Pertanian Puji Kualitas Bibit Kelapa dan Kakao di Konawe Selatan, Targetkan 3 Juta Lapangan Kerja Baru
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.096 per Dolar AS, Daya Beli di Dalam Negeri Tak Sebanding dengan Beban Utang Luar Negeri