Analis Prediksi IHSG Tembus 10.000, Tapi Investor Harap-Harap Cemas

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 03:06 WIB
Analis Prediksi IHSG Tembus 10.000, Tapi Investor Harap-Harap Cemas

Prospek pasar saham kita dalam setahun ke depan tampaknya cerah. Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mencetak level tertinggi. Analis pasar modal Hans Kwee melihat ada pergeseran minat dari investor asing yang kini mulai melirik pasar modal domestik.

"Ini potensi pasar saham. Ini potensi capital inflow di pasar saham," ujar Co-Founder PasarDana itu.

Namun begitu, ada konsekuensinya. Menurut Hans, aliran dana yang masuk ke saham ini mungkin akan dibarengi dengan outflow dari pasar obligasi pemerintah.

"Tapi mungkin bisa outflow di obligasi kita," tambahnya dalam acara Edukasi Wartawan BEI yang digelar secara daring, Jumat lalu.

Kekhawatiran investor asing itu cukup jelas. Mereka waswas melihat defisit APBN yang melebar, yang berpotensi mendorong pemerintah menerbitkan lebih banyak surat utang. Kalau ini terjadi, dampaknya akan langsung terasa pada pergerakan yield obligasi.

Yield obligasi Indonesia sebelumnya memang terpantau rendah. Karena itu, Hans menilai ada peluang besar untuk penyesuaian ke atas. Situasi ini yang membuat mereka mungkin berpaling.

Target IHSG 10.000 di Tengah Gejolak

Meski optimis, Hans tidak menampik adanya tekanan. Performa emiten diperkirakan akan mendapat tantangan serius di tahun 2025. Tapi jangan khawatir, angin segar diprediksi datang setahun kemudian.

"Situasi pasar saham akan sangat tinggi di 2026, karena isu-isu yang tadi saya sebutkan," tuturnya.

Pemulihan daya beli masyarakat pada tahun itulah yang diharapkan bisa mendongkrak semuanya.

Lalu, bagaimana proyeksi indeksnya? Hans memperkirakan IHSG akan bergerak naik menuju level psikologis 10.000. Tapi perjalanannya tak akan mulus.

"Arah IHSG itu menuju 10 ribu, biarpun dengan bear case itu ke 7500 dalam 12 bulan ke depan," jelas Hans.

Jadi, intinya arahnya naik, tapi volatilitasnya diperkirakan akan sangat tinggi. Investor harus siap dengan gejolak yang tajam dalam perjalanan menuju level tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar