Sudirman Mencekam Usai Pesta, KAI Commuter Arahkan Penumpang ke Stasiun Lain

- Kamis, 01 Januari 2026 | 02:30 WIB
Sudirman Mencekam Usai Pesta, KAI Commuter Arahkan Penumpang ke Stasiun Lain

Kerumunan masih terlihat jelas di Stasiun Sudirman, tak lama setelah hitungan mundur tahun baru 2026 berakhir. Suasana yang tadinya penuh sorak tiba-tiba berubah jadi lautan orang yang berdesakan ingin pulang. Menghadapi situasi ini, KAI Commuter Line pun mengimbau masyarakat. Mereka menyarankan agar penumpang beralih ke stasiun lain, contohnya Stasiun Sudirman Baru atau yang dikenal sebagai Stasiun BNI City, buat menghindari kepadatan yang makin menjadi.

"Saat ini kondisi Stasiun Sudirman terpantau padat, RekanCommuters dihimbau dapat naik dari stasiun alternatif seperti Stasiun Sudirman Baru. Kami imbau selalu ikuti arahan petugas,"

Begitu bunyi cuitan resmi KAI Commuter di akun X mereka, dikirim pada Kamis dini hari, tepatnya 1 Januari 2026.

Gak cuma di situ aja masalahnya. Di stasiun MRT terdekat, Bundaran HI, kondisi serupa terjadi. Antrean penumpang mengular panjang, memenuhi area sekitar stasiun. Rupanya, arus orang yang baru selesai merayakan tahun baru memang luar biasa derasnya malam itu.

Pantauan di lokasi sekitar pukul setengah satu pagi menggambarkan situasi yang cukup semrawut. Pintu-pintu masuk stasiun dipenuhi kerumunan, antreannya panjang sekali. Para petugas kelihatan sibuk sekali, mondar-mandir mengatur jalannya penumpang. Sesekali, mereka mengarahkan sebagian orang ke pintu lain yang tampak lebih lengang, berusaha mengurai penumpukan yang ada.

Sementara di luar, perlahan suasana mulai berubah. Jalan M.H. Thamrin yang tadi dipadati massa mulai satu per satu ditinggalkan. Yang tersisa adalah petugas kebersihan yang sudah mulai bekerja membersihkan sisa-sisa perayaan, menyapu sampah dan kertas-kertas berserakan. Perlahan, kota mulai kembali ke ritme biasanya, meninggalkan hingar-bingar malam pergantian tahun.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar