Menteri Perhubungan Soroti Krisis Kapal Penumpang, Pelni Dinilai Tak Mampu Penuhi Kebutuhan

- Rabu, 31 Desember 2025 | 19:12 WIB
Menteri Perhubungan Soroti Krisis Kapal Penumpang, Pelni Dinilai Tak Mampu Penuhi Kebutuhan

Ketersediaan kapal penumpang masih jadi persoalan serius di sektor pelayaran nasional. Hal itu diakui sendiri oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi. Menurutnya, saat ini pemerintah masih sangat bergantung pada operasional PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni. Padahal, armada mereka sendiri sebenarnya masih kurang.

Dudy punya usulan. Dia mendorong penambahan armada baru untuk Pelni. Permintaan itu sudah disampaikan kepada BP BUMN dan Danantara Indonesia.

"Pelni sendiri masih kekurangan kapalnya, tapi alhamdulillah tahun ini Pelni sudah diberikan PMN untuk pengadaan tiga kapal," jelas Dudy dalam Media Briefing, Rabu (31/12).

Namun begitu, dia mengingatkan bahwa prosesnya tak instan. "Ini mungkin tidak satu hari jadi ya, kita harus menunggu malah 2-3 tahun lagi untuk bisa menikmati hadirnya kapal baru," tambahnya.

Untuk diketahui, Pelni sebenarnya sudah dapat suntikan dana. Nilainya cukup besar: Rp 2,5 triliun di tahun 2025 dan Rp 4,8 triliun di 2026. Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) itu dialokasikan untuk peremajaan dan pembelian tiga kapal baru tiap tahunnya.

Keterbatasan armada ini berdampak langsung pada layanan. Kapal-kapal Pelni terpaksa berlayar ke beberapa pelabuhan sekaligus dalam satu hari, dengan jadwal yang berbeda-beda. Situasi ini, ditambah kebiasaan masyarakat, memicu masalah lain.

"Masyarakat kita ini mungkin tidak terbiasa melakukan perencanaan perjalanan. Sudah tahu kapal itu singgahnya waktu tertentu, mungkin seminggu sekali. Makanya timbul kemudian ledakan penumpang yang cukup tinggi," tutur Dudy.

Itulah sebabnya dia bersikeras. Penambahan armada, baik lewat peremajaan atau kapal baru, mutlak diperlukan. Bukan cuma untuk meningkatkan pelayanan, tapi juga demi keselamatan. "Kami sebelumnya pada beberapa kesempatan sudah menyampaikan kepada BP BUMN dan Danantara supaya kapal-kapal Pelni, satu dilakukan peremajaan, kedua ditambahkan," tegasnya.

Pelabuhan Jangan Lupakan Penumpang

Persoalan tak cuma di laut. Di sisi lain, layanan pelabuhan juga dinilai masih perlu ditingkatkan. Dudy menyoroti peran PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Menurutnya, fokus Pelindo selama ini terlihat berat ke angkutan barang. Padahal, penumpang juga penting.

Dia pun punya ide. Pelindo bisa mencontoh PT Angkasa Pura dengan membentuk anak usaha khusus yang menangani pelabuhan penumpang. "Kalau Pelindo secara holding kerepotan, buat perusahaan yang khusus menangani services buat penumpang. Jadi tidak hanya fokus kepada angkutan kargo," ujar Dudy.

Saat ini, Pelindo punya empat anak usaha. "Saya akan minta nanti untuk pelabuhan yang mengangkut angkutan penumpang itu agar ditangani secara khusus oleh satu badan mereka yang memang fokus melayani penumpang," imbuhnya.

Tak cuma itu, Dudy juga menyelipkan pesan. Dia meminta Pelindo memperhatikan wilayah terpencil. Membangun pelabuhan perintis bisa dilakukan lewat skema CSR, tidak melulu mengejar rute-rute yang sudah menguntungkan.

"Saya juga ingin sampaikan Pelindo ini jangan cuma mengambil wilayah-wilayah yang gemuk saja. Mereka juga harus bisa mengurusi wilayah-wilayah yang mungkin secara ekonomis tidak terlalu bagus, tapi dalam pelayanan itu banyak kali ada bagian dari CSR," pungkas Menteri.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar