Telkomsel Pamerkan Kiprah Digital Indonesia di Panggung Elite Davos

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:48 WIB
Telkomsel Pamerkan Kiprah Digital Indonesia di Panggung Elite Davos

Di tengah hiruk-pikuk World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Telkomsel hadir bukan sekadar sebagai peserta. Mereka menegaskan diri sebagai penggerak utama transformasi digital Indonesia di panggung global itu. Kehadirannya menjadi bagian dari paviliun dan sudut khusus Indonesia, yang memang dirancang untuk memamerkan potensi negeri ini.

Forum yang berlangsung 19 hingga 22 Januari itu memang bukan sekadar pertemuan biasa. Dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang kian ruwet membuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha global jadi sesuatu yang krusial. Nah, melalui Indonesia Incorporated Corner sebuah inisiatif dari Kadin, Kementerian Investasi, dan Danantara Indonesia coba diperkenalkan sebagai mitra ekonomi yang kredibel dan punya visi jangka panjang.

Di situlah peran Telkomsel terasa. Sebagai bagian dari TelkomGroup dan BUMN strategis, mereka membawa cerita nyata dari lapangan: bagaimana mengelola transformasi digital untuk melayani ratusan juta pelanggan di seluruh Indonesia. Mereka menunjukkan bahwa industri telekomunikasi nasional bisa dikelola secara profesional, tidak hanya untuk daya saing bisnis, tapi juga untuk menciptakan nilai publik yang berkelanjutan.

Lalu, bagaimana pandangan pimpinannya?

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, yang hadir langsung di Davos, mengakui bahwa tantangan ke depan makin kompleks. Pasar yang semakin matang menuntut pendekatan yang lebih lincah dan adaptif.

“Sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, kami menghadapi tantangan pertumbuhan seiring dengan pasar yang semakin matang dan cenderung jenuh. Karena itu, Telkomsel perlu terus meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau AI, dengan pendekatan yang pragmatis dan dinamis,” ujar Nugroho.

Ia menambahkan, di tengah pergeseran global yang cepat, perusahaan harus tetap terbuka pada peluang baru.

“Dalam menghadapi kondisi tersebut, kami tidak hanya mendorong pertumbuhan secara horizontal, tetapi juga mengeksplorasi peluang pertumbuhan vertikal serta kolaborasi lintas ekosistem. Forum dialog seperti World Economic Forum menjadi ruang penting bagi kami untuk belajar, bertukar perspektif, dan membangun kemitraan strategis guna menciptakan nilai jangka panjang,” lanjutnya.

Dengan tema “A Spirit of Dialogue”, WEF 2026 sendiri memang menekankan kolaborasi. Bagi Telkomsel, forum ini adalah panggung strategis. Bukan cuma untuk berbagi pengalaman soal transformasi digital skala nasional, tapi juga untuk memperkuat jejaring global. Mereka ingin menunjukkan bahwa komitmen itu dibuktikan dengan rekam jejak di lapangan, bukan sekadar wacana.

Intinya, kehadiran di Davos ini menegaskan posisi Telkomsel sebagai jembatan antara agenda digital nasional dan ekosistem global. Ke depan, peran sebagai penyedia infrastruktur digital dan pemacu transformasi akan terus diperkuat. Tujuannya jelas: mendukung ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif, tangguh, dan tentu saja, berkelanjutan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar